Kiniin.com – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi terus mengawal pelaksanaan program Cetak Sawah Rakyat (CSR) sebagai bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan nasional. Salah satu langkah yang di lakukan yakni memantau kesiapan lahan di Desa Kertopati, Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, pada Senin (6/7).
Monitoring tersebut berfokus pada lahan seluas 22 hektare yang akan di manfaatkan dalam program CSR. Tim memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai rencana agar proses pengolahan lahan hingga musim tanam dapat terlaksana tepat waktu.
Kegiatan ini di hadiri Liaison Officer (LO) Kabupaten Sarolangun, Hery Nugroho, S.P., M.P., bersama Penyuluh Pendamping Kabupaten Sarolangun, Ernita Sri Dewi Br. Sembiring, S.P., serta sejumlah penyuluh pertanian dari Kabupaten Sarolangun.
Berdasarkan hasil pemantauan, lahan telah memasuki tahap pembersihan. Para petani bergotong royong membersihkan area sebagai persiapan sebelum pengolahan tanah dan penanaman di mulai.
Selama kegiatan berlangsung, tim BRMP Jambi juga menemukan sejumlah tantangan di lapangan. Salah satunya masih terbatasnya tenaga yang memiliki kemampuan mengoperasikan traktor. Kondisi tersebut berpotensi memperlambat proses pengolahan lahan apabila tidak segera di atasi.
Menanggapi kendala tersebut, Hery Nugroho mendorong penyuluh pertanian agar memfasilitasi pelatihan operator alat dan mesin pertanian. Langkah ini di harapkan dapat meningkatkan keterampilan petani sehingga proses pengolahan lahan berlangsung lebih cepat dan efisien.
Melalui kegiatan monitoring ini, BRMP Jambi terus memperkuat pendampingan kepada petani sekaligus memastikan setiap tahapan program Cetak Sawah Rakyat berjalan sesuai target. Kolaborasi antara BRMP Jambi, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, dan kelompok tani di harapkan mampu mempercepat pemanfaatan lahan baru untuk budidaya padi, meningkatkan luas tanam, serta memperkuat ketahanan pangan yang berkelanjutan di Provinsi Jambi. (fnr/*)










Komentar