Paralayang Kayu Aro Kerinci, Sensasi Menikmati Keindahan Alam dari Ketinggian

- Jurnalis

Senin, 22 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Paralayang Kayu Aro Kerinci, Sensasi Menikmati Keindahan Alam dari Ketinggian (Foto: Nanda Pj)

Paralayang Kayu Aro Kerinci, Sensasi Menikmati Keindahan Alam dari Ketinggian (Foto: Nanda Pj)

Kiniin.com – Kabupaten Kerinci tidak hanya menawarkan wisata alam di daratan. Bagi pencinta petualangan, ada cara berbeda untuk menikmati keindahan daerah ini, yaitu melalui olahraga paralayang di kawasan Kayu Aro.

Aktivitas terbang bebas tersebut semakin diminati wisatawan, terutama saat akhir pekan dan musim liburan. Lanskap pegunungan yang luas serta kondisi angin yang mendukung menjadikan Kayu Aro sebagai salah satu lokasi ideal untuk olahraga udara.

Dari atas ketinggian, wisatawan dapat melihat berbagai panorama khas Kerinci. Gunung Kerinci tampak berdiri megah, sementara hamparan perkebunan teh Kayu Aro membentang hijau di bawahnya. Pemandangan danau serta sejumlah destinasi wisata lain juga terlihat jelas dari udara.

Baca Juga :  5 Cara Menikmati Liburan Saat Musim Kemarau agar Tetap Nyaman dan Aman

Pengalaman menikmati alam dari sudut pandang berbeda membuat paralayang di Kayu Aro menjadi salah satu aktivitas favorit wisatawan yang berkunjung ke Kerinci.

Paralayang atau paragliding merupakan olahraga terbang bebas dengan menggunakan sayap kain khusus yang bentuknya menyerupai parasut. Penerbang biasanya memulai penerbangan dari lereng bukit atau pegunungan dengan memanfaatkan hembusan angin sebagai tenaga angkat.

Di Indonesia, olahraga ini berada di bawah pembinaan Persatuan Layang Gantung Indonesia (PLGI) yang menjadi bagian dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI).

Baca Juga :  Jadwal Pesawat Jambi-Kerinci Juli 2026, Mulai Rp799 Ribu

Saat terbang, penerbang memanfaatkan dua jenis angin utama. Pertama, dynamic lift yang terbentuk ketika angin menghantam lereng pegunungan. Kedua, thermal lift yang muncul akibat perbedaan suhu udara. Kombinasi kedua sumber angin tersebut memungkinkan penerbang melayang lebih tinggi dan menempuh jarak yang cukup jauh tanpa bantuan mesin.

Meski menawarkan sensasi yang menarik, wisatawan tetap perlu mengutamakan keselamatan. Sebelum mencoba paralayang, pengunjung sebaiknya mengikuti pelatihan dasar dan terbang bersama instruktur berpengalaman agar aktivitas berlangsung aman dan nyaman. (fnr/*)

Berita Terkait

Perbedaan Kebun Binatang, Taman Safari, dan Suaka Margasatwa
Daftar 8 Air Terjun Terindah di Indonesia untuk Liburan Alam
Mengapa Jepang Jadi Destinasi Liburan Favorit? Ini Alasan yang Membuat Wisatawan Selalu Kembali
Welcome Back! Gunung Labu Festival 2026 Gunung Labu Festival Kembali Hadir di Kerinci
Jadwal Dieng Culture Festival 2026, Ada Kirab Budaya, Festival Kopi, dan Penerbangan Lampion
Kelok 9 Kabupaten Lima Puluh Kota, Destinasi Wisata Ikonik dengan Panorama Alam
Status Gunung Anak Krakatau Naik ke Level III Siaga, Warga Dilarang Masuk Radius 3 Km
Libur Sekolah Dongkrak Wisata Kerinci, Gunung Kerinci Tetap Jadi Destinasi Favorit
Berita ini 23 kali dibaca

1 Komentar

  • Semoga dengan adanya informasi seperti ini, wisata paralayang di kerinci bisa semakin berkembang, dan semakin banyak wisatawan yang berminat untuk datang ke kerinci,

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:02

Daftar 8 Air Terjun Terindah di Indonesia untuk Liburan Alam

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:02

Mengapa Jepang Jadi Destinasi Liburan Favorit? Ini Alasan yang Membuat Wisatawan Selalu Kembali

Senin, 13 Juli 2026 - 12:02

Welcome Back! Gunung Labu Festival 2026 Gunung Labu Festival Kembali Hadir di Kerinci

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:04

Jadwal Dieng Culture Festival 2026, Ada Kirab Budaya, Festival Kopi, dan Penerbangan Lampion

Senin, 6 Juli 2026 - 21:05

Kelok 9 Kabupaten Lima Puluh Kota, Destinasi Wisata Ikonik dengan Panorama Alam

Berita Terbaru