Kiniin.com – Istilah dasar hidroponik untuk pemula penting di pahami sebelum mulai menanam tanpa tanah. Dengan mengenal istilah seperti AB Mix, pH, TDS, rockwool, hingga NFT, pemula akan lebih mudah memahami cara kerja sistem hidroponik, mengelola nutrisi tanaman, serta mengurangi kesalahan saat praktik budidaya.
Berikut sejumlah istilah penting dalam hidroponik yang perlu di ketahui.
Nutrisi AB Mix
Nutrisi AB Mix merupakan pupuk khusus untuk tanaman hidroponik yang terdiri atas dua larutan, yakni larutan A dan larutan B. Kedua larutan tersebut harus di larutkan secara terpisah terlebih dahulu sebelum di campurkan sesuai dosis yang di anjurkan agar kandungan nutrisinya tetap seimbang.
TDS atau PPM
TDS (Total Dissolved Solids) atau PPM (Parts Per Million) di gunakan untuk mengukur jumlah nutrisi yang terlarut di dalam air. Melalui angka tersebut, petani dapat mengetahui tingkat kepekatan larutan nutrisi yang di berikan kepada tanaman.
Karena itu, pengukuran TDS atau PPM menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan tanaman memperoleh nutrisi dalam jumlah yang sesuai.
pH Air
pH air menunjukkan tingkat keasaman larutan nutrisi. Dalam budidaya hidroponik, pH umumnya di pertahankan pada kisaran 5,5 hingga 6,5 agar akar mampu menyerap unsur hara secara maksimal.
Apabila nilai pH berada di luar rentang tersebut, penyerapan nutrisi dapat terganggu sehingga pertumbuhan tanaman berpotensi tidak optimal.
Netpot
Netpot merupakan pot plastik berlubang yang berfungsi menopang tanaman pada instalasi hidroponik. Lubang-lubang pada pot ini memungkinkan akar tumbuh keluar dan bersentuhan langsung dengan larutan nutrisi.
Dengan desain tersebut, akar dapat berkembang lebih leluasa sekaligus memperoleh pasokan air dan nutrisi secara terus-menerus.
Rockwool
Rockwool adalah media tanam berbahan serat mineral yang banyak di gunakan dalam proses penyemaian benih hidroponik. Media ini memiliki kemampuan menyimpan air dengan baik, ringan, serta mampu menjaga kelembapan yang di butuhkan bibit pada fase awal pertumbuhan.
Wick System
Wick System atau sistem sumbu termasuk metode hidroponik yang paling sederhana. Sistem ini memanfaatkan kain atau flanel sebagai sumbu untuk mengalirkan larutan nutrisi dari wadah menuju akar tanaman.
Karena tidak membutuhkan pompa listrik, Wick System sering menjadi pilihan bagi pemula yang ingin mulai mencoba hidroponik dengan biaya relatif terjangkau.
NFT (Nutrient Film Technique)
NFT atau Nutrient Film Technique merupakan sistem hidroponik yang mengalirkan lapisan tipis larutan nutrisi secara terus-menerus melalui pipa atau talang.
Aliran nutrisi yang berkesinambungan membuat akar tanaman tetap memperoleh pasokan air dan unsur hara. Oleh sebab itu, metode ini menjadi salah satu sistem hidroponik yang paling banyak di terapkan.
DFT (Deep Flow Technique)
DFT atau Deep Flow Technique menggunakan larutan nutrisi dengan kedalaman yang lebih tinggi di bandingkan sistem NFT.
Cadangan air yang lebih banyak membantu menjaga ketersediaan nutrisi bagi tanaman, terutama ketika terjadi gangguan pada aliran larutan.
EC Meter
EC Meter merupakan alat yang di gunakan untuk mengukur konsentrasi atau tingkat penghantaran listrik pada larutan nutrisi hidroponik. Hasil pengukuran tersebut membantu petani memastikan kadar nutrisi sudah sesuai dengan kebutuhan tanaman.
Melalui pemantauan rutin menggunakan EC Meter, kualitas larutan nutrisi dapat di jaga sehingga pertumbuhan tanaman berlangsung lebih stabil.
Memahami berbagai istilah dasar hidroponik akan mempermudah siapa saja dalam mempelajari teknik budidaya modern ini. Selain itu, pengetahuan tersebut membantu petani mengelola nutrisi, media tanam, dan sistem hidroponik secara lebih tepat sehingga tanaman dapat tumbuh optimal serta berpeluang menghasilkan panen yang maksimal.
Penulis : fnr
Editor : iim











Komentar