Petani Muara Sebo Ilir Percepat Tanam Padi, Antisipasi Kemarau dan Ancaman Kekeringan

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sawah di batang hari (Foto: Yuni /RRI)

Sawah di batang hari (Foto: Yuni /RRI)

Kiniin.com, Batang Hari – Petani di Kecamatan Muara Sebo Ilir, Kabupaten Batang Hari, mulai mempercepat masa tanam padi. Langkah ini di lakukan untuk menghadapi potensi musim kemarau yang di perkirakan terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Muara Sebo Ilir, Teguh Trihandianto, mengatakan keputusan tersebut merupakan hasil koordinasi berbagai pihak. Pertimbangan utama yang di gunakan adalah informasi prakiraan cuaca yang telah di terima sebelumnya.

Menurut Teguh, percepatan tanam menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko kekeringan akibat fenomena El Nino. Fenomena ini berpotensi meningkatkan suhu udara sekaligus menurunkan curah hujan di sejumlah wilayah pertanian.

“Percepatan masa tanam di lakukan agar petani dapat mengurangi risiko kekeringan saat musim kemarau tiba, sekaligus menjaga produktivitas pertanian di Muara Sebo Ilir,” kata Teguh, Rabu (17/6/2026).

Baca Juga :  Libur Sekolah Dongkrak Wisata Kerinci, Gunung Kerinci Tetap Jadi Destinasi Favorit

Ia menjelaskan, kondisi pertanian di Muara Sebo Ilir hingga saat ini masih tergolong aman. Meski cuaca panas mulai lebih dominan dan curah hujan berangsur berkurang, belum ada laporan kegagalan tanam maupun gangguan serius pada lahan pertanian.

Teguh menyebutkan, luas lahan sawah yang di kelola petani di kecamatan tersebut mencapai lebih dari 510 hektare. Namun, proses tanam belum berlangsung secara serentak. Sebagian petani masih menyelesaikan pengolahan lahan, sementara keterbatasan alat pertanian juga menjadi kendala.

Menurutnya, padi sawah merupakan komoditas yang paling rentan terdampak kemarau panjang. Tanaman ini membutuhkan pasokan air yang cukup sejak masa pertumbuhan hingga panen. Selain padi, tanaman hortikultura seperti cabai dan berbagai jenis sayuran juga berisiko mengalami penurunan produksi jika kekeringan berlangsung dalam waktu lama.

Baca Juga :  5 Cara Menikmati Liburan Saat Musim Kemarau agar Tetap Nyaman dan Aman

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, petani bersama pemerintah daerah terus menyiapkan sejumlah langkah. Salah satunya dengan menjaga ketersediaan air serta memaksimalkan pemanfaatan sumber irigasi yang ada.

Keberadaan Sungai Batanghari yang berada dekat kawasan pertanian di harapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air lahan sawah selama musim kemarau. Dengan dukungan sumber air tersebut, aktivitas pertanian di harapkan tetap berjalan dengan baik. (fnr/*)

Berita Terkait

5 Penyebab Bunga Tanaman Rontok dan Cara Mengatasinya Tepat
Baru Mulai Hidroponik? Kenali 9 Istilah Penting agar Tidak Salah Praktik
Cara Menggunakan Pupuk Kandang agar Cabai Tidak Layu dan Bebas Penyakit
Harga Cabai Merah Kayu Aro Kerinci Naik Dibanding Pekan Lalu
Tanaman Cabai Layu Setelah Pindah Tanam? Ini Cara Mengatasi Stres agar Cepat Pulih
Bentuk Formulasi Pestisida yang Wajib Diketahui Petani
Jangan Salah Pupuk! Kenali Perbedaan Pupuk Makro dan Mikro agar Hasil Panen Maksimal
Muncul Embun Es di Dieng, BRIN Ungkap Penyebab dan Dampaknya bagi Pertanian
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:02

5 Penyebab Bunga Tanaman Rontok dan Cara Mengatasinya Tepat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:02

Baru Mulai Hidroponik? Kenali 9 Istilah Penting agar Tidak Salah Praktik

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:04

Cara Menggunakan Pupuk Kandang agar Cabai Tidak Layu dan Bebas Penyakit

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:32

Harga Cabai Merah Kayu Aro Kerinci Naik Dibanding Pekan Lalu

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:02

Tanaman Cabai Layu Setelah Pindah Tanam? Ini Cara Mengatasi Stres agar Cepat Pulih

Berita Terbaru