Kiniin.com, Batanghari – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi turut ambil bagian dalam Gerakan Tanam Serentak yang di laksanakan di kawasan Optimalisasi Lahan (Oplah) Kabupaten Batanghari, Jumat (12/6). Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat produksi pangan sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.
Gerakan tanam berlangsung di lahan Kelompok Tani Payo Dadap yang tergabung dalam Brigade Pangan Padi Emas, Desa Senaning, Kecamatan Pemayung. Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan hadir untuk memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Di antaranya Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Dr. Ir. Yoyon Haryanto, S.ST., M.P., Pelaksana Tugas Kepala Bapeltan Jambi Saptorini, S.TP., M.Si., Liaison Officer (LO) Kabupaten Batanghari dari BRMP Jambi Eva Salvia, S.P., serta perwakilan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Batanghari.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Gerakan Tanam Serentak pada lahan Oplah 2024, Oplah 2025, dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) 2025 yang di gelar secara bersamaan di berbagai daerah di Indonesia. Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan luas tanam mencapai 52.000 hektare.
Melalui gerakan ini, pemerintah berupaya mempercepat masa tanam sekaligus meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT). Selain itu, pemanfaatan lahan pertanian juga terus di optimalkan agar produktivitas padi dapat meningkat secara berkelanjutan, khususnya di Kabupaten Batanghari. Dengan demikian, kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi secara lebih baik.
BRMP Jambi menilai keberhasilan program pertanian tidak hanya bergantung pada petani, tetapi juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, serta pemangku kepentingan lainnya terus di perkuat guna mendorong peningkatan produksi pertanian.
Lebih lanjut, gerakan tanam serentak ini di harapkan mampu mempercepat realisasi tanam di lapangan. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.
Selain berkontribusi terhadap peningkatan produksi padi, program ini di harapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi petani. Dengan meningkatnya produktivitas lahan, kesejahteraan petani berpeluang ikut meningkat, sehingga ketahanan pangan daerah dapat semakin kokoh pada masa mendatang. (fnr/*)










Komentar