Kiniin.com – Pembelajaran Mendalam atau di sebut juga dengan singkatan PM merupakan pendekatan pembelajaran yang menekana pada proses dan suasana belajar yang bermakna/kontekstual, berkesadaran dan menggembirakan, sehingga mendorong kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan penyelesaian masalah.
Pembelajaran Mendalam juga menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar transfer ilmu melainkan menciptakan suasana beajar yang memuliakan peserta didik seperti membuat suasana belajar lebih menyenangkan dan tidak menekan peserta didik. Yang berfokus untuk membangun pemahaman konsep, keterampilan berfikir, dan kemampuan penerapan pengetahuan. Pembelajaran Mendalam berupaya setiap materi yang diajarkan kepada peserta didik relevan mengaitkan dengan pengalam peserta didik dan pendidik.
Kerangka Kerja Pembelajaran Mendalam
Dalam implementasinya, Pembelajaran Mendalam memiliki empat kerangka kerja utama yang menjadi landasan pelaksanaan proses belajar mengajar.
1. Dimensi Profil Lulusan
Dimensi profil lulusan mencakup delapan karakteristik utama , yaitu: Keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Kewarganegaraan, Penalaran kritis, Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian, Kesehatan, Komunikasi.
2. Prinsip Pembelajaran
Prinsip pembelajaran dalam PM menekankan pentingnya pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, relevan dengan konteks kehidupan, serta memberikan pengalaman belajar yang aktif dan bermakna.
3. Pengalaman Pembelajaran
Pengalaman belajar di rancang agar peserta didik terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran melalui aktivitas yang mendorong eksplorasi, refleksi, kolaborasi, dan pemecahan masalah.
4. Kerangka Pembelajaran
Kerangka pembelajaran berfungsi sebagai panduan dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara optimal.
Implementasi Pembelajaran Mendalam di Sekolah Luar Biasa (SLB)
Penerapan Pembelajaran Mendalam dalam lingkungan Sekolah Luar Biasa (SLB) memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus. Implementasi pendekatan ini di dukung oleh lima aspek utama sebagai berikut:
1. Identifikasi Kebutuhan Spesifik
Identifikasi kebutuhan spesifik di lakukan melalui analisis kemampuan unik setiap peserta didik berdasarkan data visual, penglihatan, gerakan, maupun suara. Langkah ini membantu pendidik memahami kebutuhan dan potensi peserta didik secara lebih akurat.
2. Strategi Pembelajaran Adaptif
Strategi pembelajaran adaptif memungkinkan guru menerapkan metode pembelajaran yang di sesuaikan dengan karakteristik masing-masing peserta didik. Misalnya, penggunaan media visual untuk peserta didik dengan gangguan pendengaran (tunarungu) sehingga proses belajar menjadi lebih efektif.
3. Pengembangan Kemampuan Motorik
Aspek ini berfokus pada pemantauan dan pengembangan keterampilan motorik halus maupun motorik kasar, terutama bagi peserta didik dengan hambatan fisik atau tunadaksa. Pendekatan yang tepat dapat membantu meningkatkan kemampuan dan kemandirian mereka.
4. Pengembangan Emosi
Pembelajaran Mendalam juga memperhatikan kondisi emosional peserta didik. Melalui pendekatan yang nyaman dan menyenangkan, guru dapat membantu mengurangi tingkat stres maupun kecemasan selama proses pembelajaran, khususnya bagi peserta didik dengan gangguan emosional.
5. Penguatan Kemandirian
Penguatan kemandirian bertujuan menumbuhkan rasa percaya diri dan kemampuan peserta didik dalam memenuhi kebutuhan dirinya sendiri. Aspek ini sangat penting bagi peserta didik tunanetra, tunarungu, tunadaksa, maupun tunagrahita agar mampu menjalani kehidupan sehari-hari secara lebih mandiri. (iim)










Komentar