Kiniin.com – Pemerintah bersiap membangun Universitas Republik Indonesia (URI) sebagai lembaga pendidikan yang di proyeksikan mencetak calon pemimpin dan pejabat negara. Kehadiran URI menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui sistem pendidikan yang terintegrasi.
Rencana pendirian URI pertama kali di umumkan pada Rabu (22/7), bertepatan dengan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur URI di Istana Negara, Jakarta. Saat ini, jabatan Gubernur URI di emban oleh Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto, sedangkan Yos Sunitiyoso di percaya sebagai Wakil Gubernur URI.
Usai pelantikan, Donny menjelaskan bahwa gagasan pembangunan URI berangkat dari perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, pemerintah ingin mengintegrasikan berbagai program pendidikan unggulan yang telah berjalan dengan konsep pendidikan kepemimpinan nasional.
“Nah, beliau ingin mengkonsolidasikan, mengintegrasikan beberapa pendidikan yang sudah ada saat ini. Jadi, kita sudah dengar bahwa saat ini ada namanya sekolah unggulan Garuda, baik yang baru ataupun yang transformasi. Kemudian beliau juga akan mendirikan 10 universitas Republik Indonesia,” tutur Donny.
URI di rancang memiliki karakter yang berbeda di bandingkan perguruan tinggi pada umumnya. Selain menawarkan pendidikan akademik, kampus ini juga akan menitikberatkan pada pembentukan kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan.
Lima Fakta Universitas Republik Indonesia
1. Dibangun untuk Mencetak Calon Pemimpin
Universitas Republik Indonesia di siapkan sebagai lembaga pendidikan bagi calon pejabat dan pemimpin masa depan. Dalam rencana pemerintah, akan di bangun 10 kampus URI di berbagai wilayah sebagai bagian dari penguatan sistem pendidikan nasional.
Dengan konsep tersebut, URI di harapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi akademik sekaligus kemampuan memimpin di sektor pemerintahan maupun lembaga strategis lainnya.
2. Mengadopsi Konsep INSP Prancis
Selain memiliki misi khusus, URI juga mengacu pada model pendidikan Institut National du Service Public (INSP) di Prancis.
INSP di kenal sebagai institusi yang menangani proses rekrutmen, pendidikan awal, hingga pelatihan berkelanjutan bagi para eksekutif dan pejabat tingkat tinggi di Prancis. Model tersebut menjadi salah satu inspirasi dalam penyusunan konsep URI.
3. Kuliah Gratis dengan Skema Beasiswa
Pemerintah akan menerapkan sistem beasiswa penuh bagi mahasiswa URI sehingga seluruh peserta didik dapat menempuh pendidikan tanpa biaya kuliah.
Di sisi lain, proses pembelajaran juga akan melibatkan tenaga pengajar dari dalam maupun luar negeri guna memperkaya kualitas akademik.
“Mata kuliah-mata kuliahnya yang yang mengajar banyak nanti bisa dari luar negeri, juga bisa juga banyak pengajar-pengajar dari dalam negeri juga ada, juga dosen-dosen dari universitas juga bisa mengajar juga,” ujarnya.
Skema tersebut di harapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang kompetitif sekaligus memperluas wawasan mahasiswa melalui perspektif internasional.
4. Program Studi Tetap Mengikuti Sistem Perguruan Tinggi
Meski memiliki konsep kepemimpinan, URI tetap akan membuka program studi seperti universitas pada umumnya. Lulusan nantinya juga memperoleh gelar akademik.
Namun demikian, kurikulum akan di perkaya dengan materi wawasan kebangsaan dan pembelajaran pendukung lainnya. Selain itu, pemerintah berencana menjalin kerja sama dengan sejumlah universitas unggulan di luar negeri.
“Nanti kan universitas ya, (jadi) tetap gelar. Kita kerja sama juga dengan beberapa universitas unggulan di luar negeri ya,” ungkapnya.
5. Batch Pertama Sudah Berjalan
Walaupun pembangunan kampus masih menjadi bagian dari rencana pemerintah, kegiatan pendidikan URI telah di mulai melalui batch pertama.
Saat ini terdapat 399 pegawai baru dari BUMN yang mengikuti pendidikan dalam Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD).
“Saat ini batch 1 URI sudah jalan yang P3MD (Program Presiden untuk Pemimpin Masa depan) (yang) saya sampaikan tadi itu 20 Mei sudah kita buka waktu itu bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, kita buka batch pertama URI yang sekarang 399 orang saat ini sedang jalan,” jelasnya.
Keberadaan batch pertama tersebut menjadi langkah awal implementasi konsep URI sebelum pengembangan kampus di lakukan secara lebih luas.
Dengan rencana pembangunan 10 kampus, sistem beasiswa penuh, kolaborasi bersama pengajar dalam dan luar negeri, serta kurikulum yang menggabungkan pendidikan akademik dan kepemimpinan, Universitas Republik Indonesia di proyeksikan menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menyiapkan calon pemimpin masa depan Indonesia.
Penulis : fnr/*
Editor : iim











Komentar