Kiniin.com – Fakta unik kemenangan Spanyol di final Piala Dunia 2026 menjadi sorotan setelah La Furia Roja mengalahkan Argentina 1-0 di MetLife Stadium, New Jersey, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Selain memastikan gelar juara, laga tersebut juga melahirkan sejumlah rekor bersejarah bagi Spanyol maupun Argentina.
Berdasarkan data statistik yang di rilis OptaJoe, pertandingan final Piala Dunia 2026 menghadirkan sejumlah catatan menarik dan rekor baru, baik secara individu maupun tim.
1. Pau Cubarsi Tampil Dominan
Bek muda Spanyol, Pau Cubarsi, menjadi salah satu pemain paling menonjol dalam laga puncak tersebut. Meski baru berusia 19 tahun, ia mencatatkan performa impresif di berbagai aspek permainan.
Cubarsi membukukan 139 sentuhan bola, tertinggi di banding seluruh pemain yang tampil di final. Ia juga mencatat 121 umpan sukses dengan tingkat akurasi mencapai 96 persen.
Tak hanya itu, pemain muda Barcelona tersebut turut menciptakan 21 umpan terobosan dan melakukan enam sapuan penting untuk menjaga pertahanan Spanyol tetap solid hingga akhir pertandingan.
2. Rekor Tak Terkalahkan Spanyol
Kemenangan atas Argentina memperpanjang rekor tak terkalahkan Spanyol menjadi 38 pertandingan di semua ajang.
Catatan tersebut menjadi rekor terpanjang yang pernah di capai oleh tim nasional dari kawasan Eropa maupun Amerika Selatan dalam sejarah sepak bola internasional. Konsistensi performa ini semakin menegaskan dominasi La Furia Roja dalam beberapa tahun terakhir.
3. Ferran Torres Samai Rekor Mario Goetze
Gol Ferran Torres juga menorehkan sejarah tersendiri. Penyerang Spanyol itu menjadi pemain pengganti kedua yang berhasil mencetak gol penentu kemenangan di final Piala Dunia.
Sebelumnya, pencapaian serupa hanya pernah di lakukan Mario Goetze saat membawa Jerman mengalahkan Argentina pada final Piala Dunia 2014 di Brasil.
Menariknya, kedua gol bersejarah tersebut sama-sama tercipta ke gawang Argentina dan menjadi penentu gelar juara.
4. Argentina Samai Rekor Jerman
Kekalahan di final Piala Dunia 2026 membuat Argentina kembali harus puas sebagai runner-up. Ini menjadi kali keempat Albiceleste gagal meraih trofi setelah sebelumnya mengalami nasib serupa pada edisi 1930, 1990, dan 2014.
Jumlah tersebut menyamai rekor Jerman sebagai tim yang paling sering kalah di final Piala Dunia, yakni pada tahun 1966, 1982, 1986, dan 2002.
5. Catatan Buruk Albiceleste
Selain gagal mempertahankan peluang meraih gelar, Argentina juga mencatat rekor yang kurang membanggakan.
Menurut data OptaJoe, Argentina menjadi tim pertama dalam sejarah final Piala Dunia yang tidak mampu melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang waktu normal atau selama 90 menit pertandingan.
Statistik tersebut menunjukkan betapa solidnya pertahanan Spanyol dalam meredam agresivitas lini serang Albiceleste.
Dengan kemenangan ini, Spanyol tidak hanya mengangkat trofi Piala Dunia 2026, tetapi juga menorehkan sejumlah rekor yang berpotensi di kenang sebagai salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola dunia.
(fnr/*)











Komentar