Mengenal Tunarungu: Klasifikasi Gangguan Pendengaran, dan Potensi Prestasi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.Tunarungu bisa meraih prestasi. (Foto: AI)

Ilustrasi.Tunarungu bisa meraih prestasi. (Foto: AI)

Kiniin.com – Anak dengan gangguan pendengaran di sebut tunarungu atau orang awam menyebutnya dengan tuli. Istilah ini berasal dari kata “tuna” yang berarti kurang atau rusak sedangkan “rungu” berarti pendengaran. Maka tunarungu bisa di artikan sebagai anak yang mengalami kekurangan pada indera pendengarannya.

Klasifkasi gangguan pendengaran:

  • Gangguan pendengaran ringan, 20-30 dB
  • Gangguan pendengaran marginal, 30-40 dB
  • Gangguan pendengaran sedang, 40-60 dB
  • Gangguan pendengaran berat, 60-70dB
  • Gangguan pendengaran sangat berat, lebih dari 75 dB.

Tunarungu merupakan kondisi di mana adanya ketidakmampuannya fungsi pendengaran baik secara menyeluruh (total) ataupun sebagian (masih ada sisa pendengaran). Anak yang mengalami gangguan pendengaran total dalam berkomunikasi lebih banyak menggunakan bahasa isyarat di banding bahasa oral sedangkan anak yang mengalami gangguan pendengaran dan masih memiliki sisa pendengaran cenderung masih dapat di kembangkan dalam bahasa oralnya dengan cara membaca bibir lawan bicaranya.

Baca Juga :  Beasiswa S2 MTCP Malaysia 2026 Dibuka, Kuliah Gratis dan Tunjangan Penuh hingga Lulus

Namun meski demikian anak yang mengalami gangguan pendengaran baik secara total maupun yang masih memiliki sisa pendengaran mereka sama-sama memiliki hak untuk mendapat pendidik yang sama, yang mana mereka dapat bersekolah di sekolah luar biasa (SLB). Di SLB ini mereka dapat mengembangkan minat dan bakat mereka. Meski mengalami gangguan pendengaran anak tunarungu cenderung aktif dalam kegiatan sekolah maupun di lingkungan lainnya dengan mengoptimalkan indera yang lainnya, yaitu indera penglihatan.

Baca Juga :  Pemerintah Kaji Ulang Anggaran MBG 2026, Kebutuhan Dana Diperkirakan Berkurang

Banyak anak yang mengalami gangguan pendengaran justru berprestasi dalam bidang minat bakat, seperti mengikuti kegiatan ektrakurikuler di sekolah untuk mengembangkan minat bakat, yang mana setiap satu tahun sekali rutin di adakan kegiatan lomba-lomba baik di tingkat nasional maupun internasional. Anak dengan gangguan pendengaran ini banyak mengikuti lomba menari, merangkai bunga, lompat tinggi, lari, pantomime, desain grafis dan masih banyak perlombaan lainnya yang memungkinkan untuk di ikuti oleh anak yang mengalami gangguan pendengaran dengan mengoptimalkan indera yang lainnya. (iim)

Berita Terkait

Mengapa Pemilihan Sekolah Penting bagi Anak Autis?
Pembelajaran Mendalam di SLB: Mewujudkan Pendidikan Inklusif yang Bermakna, berkesadaran dan menggembirakan
Mitos dan Fakta Anak Berkebutuhan Khusus
Apa Itu Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)? Berikut Jenis dan Layanan Pendidikannya
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:14 WIB

Mengapa Pemilihan Sekolah Penting bagi Anak Autis?

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:10 WIB

Pembelajaran Mendalam di SLB: Mewujudkan Pendidikan Inklusif yang Bermakna, berkesadaran dan menggembirakan

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:06 WIB

Mengenal Tunarungu: Klasifikasi Gangguan Pendengaran, dan Potensi Prestasi

Senin, 8 Juni 2026 - 17:07 WIB

Mitos dan Fakta Anak Berkebutuhan Khusus

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:00 WIB

Apa Itu Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)? Berikut Jenis dan Layanan Pendidikannya

Berita Terbaru

Ilustrasi baterai smartphone cepat habis (Foto: iStockphoto/Prykhodov)

Gadget

Baterai Smartphone Cepat Habis? Coba 7 Cara Ini

Sabtu, 13 Jun 2026 - 11:07 WIB

Motor listrik buat program MBG. (Foto: Rifkianto Nugroho/detik)

Nasional

Kejagung Tak Sita Ribuan Motor Listrik Program MBG

Sabtu, 13 Jun 2026 - 07:02 WIB