Bahlil Ungkap Alasan Pemerintah Luncurkan Biodiesel B50 pada 2026, Indonesia Stop Impor Solar

- Jurnalis

Jumat, 10 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat memberikan sambutan pada peluncuran program Biodiesel B50 di Karawang, Kamis (9/7/2026).(Tira/Liputan6)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat memberikan sambutan pada peluncuran program Biodiesel B50 di Karawang, Kamis (9/7/2026).(Tira/Liputan6)

Kiniin.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan alasan pemerintah mempercepat peluncuran biodiesel B50 pada 2026. Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kedaulatan energi nasional.

Bahlil menilai program B50 tidak hanya berkaitan dengan peningkatan campuran biodiesel dari B40 menjadi B50. Pemerintah juga melihat kebijakan ini sebagai langkah penting untuk memperkuat kemandirian bangsa dalam memenuhi kebutuhan energi dari sumber daya domestik serta mengurangi ketergantungan pada impor.

“Perintah Bapak Presiden waktu itu, Bapak Presiden mengatakan bahwa bagaimana caranya pun B50 harus kita bisa luncurkan di 2026. Karena kami maknai arahan dan perintah Bapak Presiden tidak hanya persoalan B50-nya, tapi persoalan kedaulatan, kemandirian, dan harga diri bangsa untuk bisa kita menghasilkan energi dari negara kita sendiri,” ujar Bahlil saat peluncuran B50 bersama Presiden Prabowo Subianto di Karawang, Kamis (9/7/2026).

Ia mengatakan pemerintah memandang program B50 sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan energi nasional. Karena itu, berbagai kementerian dan lembaga terkait terus memperkuat koordinasi agar target tersebut dapat tercapai.

Baca Juga :  Wako Alfin Terima Gelar Adat pada Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh

“Atas dasar arahan tersebut, maka kami tim bekerja keras. Pak Menko juga melakukan rapat-rapat untuk melakukan koordinasi. Dan alhamdulillah hari ini kita luncurkan,” katanya.

Implementasi B50 Hadapi Tantangan Besar

Bahlil mengakui percepatan penerapan B50 bukan pekerjaan ringan. Selama ini, peningkatan kadar campuran biodiesel umumnya berlangsung secara bertahap, yakni sekitar 5 persen hingga maksimal 10 persen.

Menurut dia, penambahan campuran sebesar 10 persen saja biasanya memerlukan waktu hingga tiga tahun untuk melalui tahapan pengujian sebelum diterapkan secara luas.

“Awalnya memang B50 ini jujur kami katakan bahwa ini bukan pekerjaan yang mudah. Karena biasanya tahapannya itu, Bapak Presiden, naik 5, maksimal 10 persen. Itu pun 10 persen itu dia tiga tahun baru bisa kita melakukan uji coba,” ujarnya.

Meski menghadapi tantangan besar, pemerintah tetap mendorong percepatan implementasi sesuai arahan Presiden.

B50 Perkuat Kemandirian Energi Nasional

Lebih lanjut, Bahlil menegaskan bahwa program B50 menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan Indonesia menuju kemandirian energi. Pemerintah berharap penggunaan biodiesel berbasis minyak sawit dapat menekan ketergantungan terhadap bahan bakar impor.

Baca Juga :  Riset Terbaru Ungkap Hubungan Sistem Kekebalan Tubuh dengan Depresi

Ia menyebut konsumsi solar nasional saat ini mencapai sekitar 38 juta hingga 40 juta kiloliter per tahun. Sebelumnya, Indonesia masih mengimpor sekitar 3 juta hingga 4 juta kiloliter solar setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Menurut Bahlil, penerapan B50 memungkinkan Indonesia menghentikan impor solar untuk pertama kalinya. Selain menghemat devisa negara, kebijakan tersebut juga meningkatkan permintaan crude palm oil (CPO) serta membuka peluang kerja di berbagai sektor.

“Untuk solar, total konsumsi kita itu rata-rata di angka 38 juta sampai dengan 40 juta kiloliter solar per tahun. Awalnya kita itu masih impor sekitar 3-4 juta kiloliter per tahun. Dengan implementasi B50, maka alhamdulillah kita tidak lagi melakukan impor produk solar ke negara kita. Dan ini adalah pertama kali,” pungkasnya. (fnr/*)

Berita Terkait

5 Fakta Universitas Republik Indonesia yang Perlu Diketahui Publik
Harga Pertalite Tetap Stabil Meski Minyak Dunia Tembus US$100
Berapa Uang Saku Peserta Magang Nasional 2026? Cek Besaran di Setiap Provinsi
Cara Membuat Akun SIAPkerja untuk Daftar Magang Nasional 2026, Ini Langkah-Lengkapnya
Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka 15 Juli, Fresh Graduate Berpeluang Dapat Upah Setara UMP
Cara Cek PKH tahap 3 2026 Online Lewat Website dan Aplikasi, Pakai NIK KTP
Tarik Sebelum Hangus! Pencairan PKH dan BPNT Susulan Tahap II Tinggal Dua Hari Lagi
Presiden Prabowo Resmikan B50, Indonesia Jadi Negara Pertama di Dunia Terapkan Biodiesel B50
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:02

5 Fakta Universitas Republik Indonesia yang Perlu Diketahui Publik

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:02

Harga Pertalite Tetap Stabil Meski Minyak Dunia Tembus US$100

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:02

Berapa Uang Saku Peserta Magang Nasional 2026? Cek Besaran di Setiap Provinsi

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:02

Cara Membuat Akun SIAPkerja untuk Daftar Magang Nasional 2026, Ini Langkah-Lengkapnya

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:02

Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka 15 Juli, Fresh Graduate Berpeluang Dapat Upah Setara UMP

Berita Terbaru