Paket Stimulus Rp26,34 Triliun Meluncur, Pemerintah Beri Insentif Pajak hingga Bantuan Beras

- Jurnalis

Senin, 22 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: DEBRINATA RIZKY/KOMPAS)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: DEBRINATA RIZKY/KOMPAS)

Kiniin.com – Pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun untuk kuartal II dan semester II tahun 2026. Langkah ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat, mendorong konsumsi dalam negeri, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, paket tersebut bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu stimulus dan insentif ekonomi, program magang serta vokasi, dan bantuan pangan.

Menurut Airlangga, pemerintah merancang delapan kebijakan yang terbagi dalam tiga kelompok besar tersebut. Untuk pilar stimulus dan insentif, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,04 triliun.

Insentif Pajak dan Diskon Transportasi

Salah satu kebijakan yang menjadi perhatian ialah pemberlakuan tarif khusus Pajak Penghasilan (PPh) Final royalti sebesar 1,5 persen bagi para penulis nasional.

“Pilar utama dari kebijakan stimulus dan insentif adalah yang pertama terkait dengan pajak penulis. Ini berupa tarif khusus PPh final royalti sebesar 1,5 persen bagi penulis,” ujar Airlangga di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Selain insentif perpajakan, pemerintah juga menghadirkan berbagai diskon transportasi selama masa libur sekolah. Penumpang kereta api dan kapal laut memperoleh potongan tarif hingga 30 persen. Sementara itu, pengguna layanan penyeberangan ASDP mendapat pembebasan tarif jasa kepelabuhanan.

Program diskon tersebut berlaku untuk perjalanan kereta api pada 20 Juni hingga 5 Juli 2026, kapal PELNI pada 5 Juni hingga 15 Agustus 2026, serta ASDP pada 20 Juni hingga 5 Juli 2026. Pemerintah menyiapkan anggaran Rp190,5 miliar dengan target menjangkau sekitar 3 juta penumpang.

Di sektor transportasi udara, pemerintah memberikan subsidi penuh Pajak Pertambahan Nilai Di tanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi selama musim liburan sekolah. Kebijakan ini menyerap anggaran Rp472,7 miliar dan menargetkan 2,3 juta penumpang.

Baca Juga :  Harga Pertamax Naik, Pakar Prediksi 10 Persen Konsumen Beralih ke Pertalite

Diskon Transportasi Saat Natal dan Tahun Baru

Pemerintah juga menyiapkan program serupa untuk periode Natal dan Tahun Baru 2026/2027. Potongan tarif kereta api sebesar 30 persen berlaku pada 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027. Sementara itu, tarif dasar kapal PELNI turun 30 persen pada 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.

Pengguna jasa penyeberangan ASDP kembali memperoleh pembebasan tarif jasa kepelabuhanan selama periode 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027. Pemerintah mengalokasikan dana Rp161,4 miliar untuk program tersebut dengan target 2,8 juta penumpang.

Untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi pada masa Natal dan Tahun Baru, pemerintah kembali memberikan subsidi penuh PPN DTP. Anggaran yang di siapkan mencapai Rp722 miliar dengan target 3,7 juta penumpang.

“Untuk mendorong mobilitas masyarakat, ada diskon transportasi untuk periode libur sekolah maupun libur Nataru,” kata Airlangga.

Bea Masuk Nol Persen untuk Industri

Pemerintah juga memberikan fasilitas bea masuk nol persen untuk impor elpiji yang di gunakan industri petrokimia. Kebijakan ini di perkirakan menghasilkan manfaat ekonomi hingga Rp2,25 triliun, meski berpotensi mengurangi penerimaan negara sekitar Rp360 miliar setiap tahun.

Selain itu, pemerintah menetapkan bea masuk nol persen untuk bahan baku plastik serta menurunkan tarif bea masuk impor suku cadang pesawat. Pemerintah menganggarkan Rp500 miliar untuk mendukung kebijakan tersebut.

Baca Juga :  Cek Harga Emas Antam Pagi Ini: Turun Serentak di Semua Ukuran

Program Magang dan Pelatihan Vokasi

Pada pilar magang dan vokasi, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp6,26 triliun. Program magang nasional mulai berjalan pada Juli 2026 dengan anggaran Rp4,14 triliun dan target 150 ribu peserta.

Sementara itu, program pelatihan vokasi memperoleh dukungan dana Rp2,12 triliun. Program ini menyasar 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) agar memiliki keterampilan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Bantuan Beras untuk Jutaan Penerima

Untuk pilar bantuan pangan, pemerintah mengalokasikan anggaran terbesar, yakni Rp18,04 triliun. Melalui program ini, pemerintah menyalurkan bantuan beras sebanyak 10 kilogram kepada 33,24 juta penerima selama tiga bulan mulai Juli 2026.

Program bantuan beras tersebut membutuhkan anggaran Rp17,54 triliun di luar biaya operasional penyaluran.

Subsidi Kedelai bagi Perajin Tahu dan Tempe

Selain bantuan beras, pemerintah menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kedelai bagi perajin tahu dan tempe. Melalui program ini, pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp2.000 per kilogram untuk kuota awal 250 ribu ton kedelai di wilayah yang harga jualnya berada di atas Harga Acuan Pembelian (HAP).

Pemerintah menyiapkan dana Rp500 miliar untuk mendukung program stabilisasi kedelai tersebut.

Total Stimulus Capai Rp26,34 Triliun

Secara keseluruhan, paket stimulus ekonomi yang di gelontorkan pemerintah mencapai Rp26,34 triliun. Nilai tersebut terdiri dari Rp2,04 triliun untuk stimulus dan insentif, Rp6,26 triliun untuk program magang dan vokasi, serta Rp18,04 triliun untuk bantuan pangan.

“Total paket stimulus ekonomi yang digelontorkan pemerintah mencapai Rp26,34 triliun,” tegas Airlangga. (fnr/*)

Berita Terkait

5 Fakta Universitas Republik Indonesia yang Perlu Diketahui Publik
Harga Cabai Merah Kayu Aro Kerinci Naik Dibanding Pekan Lalu
Harga Pertalite Tetap Stabil Meski Minyak Dunia Tembus US$100
Potensi Ekonomi Digital Indonesia Didukung AI Capai Rp66 Triliun
Berapa Uang Saku Peserta Magang Nasional 2026? Cek Besaran di Setiap Provinsi
Cara Membuat Akun SIAPkerja untuk Daftar Magang Nasional 2026, Ini Langkah-Lengkapnya
Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka 15 Juli, Fresh Graduate Berpeluang Dapat Upah Setara UMP
Cara Cek PKH tahap 3 2026 Online Lewat Website dan Aplikasi, Pakai NIK KTP
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:02

5 Fakta Universitas Republik Indonesia yang Perlu Diketahui Publik

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:32

Harga Cabai Merah Kayu Aro Kerinci Naik Dibanding Pekan Lalu

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:02

Harga Pertalite Tetap Stabil Meski Minyak Dunia Tembus US$100

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:02

Potensi Ekonomi Digital Indonesia Didukung AI Capai Rp66 Triliun

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:02

Berapa Uang Saku Peserta Magang Nasional 2026? Cek Besaran di Setiap Provinsi

Berita Terbaru