Kiniin.com – Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) berpotensi memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Jika adopsinya berjalan optimal, teknologi ini di proyeksikan mampu menciptakan nilai ekonomi hingga Rp66 triliun, terutama melalui sektor ekonomi kreatif dan perluasan pasar ekspor.
Proyeksi tersebut di sampaikan Director Asia Pacific Robertsbridge (Public First), Adrian Suharto, dalam acara “Google & YouTube Ekonomi Kreatif” di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2026). Menurutnya, Indonesia telah menunjukkan pertumbuhan ekonomi digital yang kuat dan kini memasuki fase penting untuk meningkatkan daya saing di tingkat global.
“Kita lihat babak selanjutnya akan menjadi krusial, bagaimana kita menggunakan ini untuk melampaui negara menengah dan beyond,” ujar Adrian.

Pekerjaan Kreatif Menjadi Kontributor Terbesar
Adrian menjelaskan, dari total potensi ekonomi berbasis AI sebesar Rp66 triliun, sekitar Rp48 triliun berasal dari aktivitas kreatif yang di lakukan dalam pekerjaan sehari-hari.
Pemanfaatan AI di nilai mampu meningkatkan efisiensi proses produksi konten, mempercepat penyelesaian pekerjaan, sekaligus memperluas jangkauan audiens. Teknologi tersebut dapat di manfaatkan oleh kreator media sosial, pelaku industri desain, hingga berbagai profesi kreatif lainnya.
“Misalnya seperti kita yang berusaha di sosial media, perusahaan misalnya desain, atau mungkin yang di produksi sehari-hari. Yang berarti media ini membuat perjalanan lebih cepat, mengenai waktu, dan lebih baik, dan lebih me-reach out ke audiens yang lebih banyak. Sedangkan yang profesional AI, kita lihat terhadap profesi pertumbuhan Rp12 triliun,” jelas Adrian.
Selain mendukung pekerjaan kreatif harian, penggunaan AI pada profesi profesional di perkirakan menyumbang nilai ekonomi sekitar Rp12 triliun.
Peluang Ekspor Konten Semakin Besar
Tidak hanya berdampak di pasar domestik, AI juga membuka peluang baru bagi ekspor industri kreatif Indonesia. Berdasarkan hasil pemodelan yang di paparkan Adrian, potensi ekspor konten berbasis AI di perkirakan mencapai Rp6,7 triliun.
Menurutnya, kualitas konten kreatif Indonesia memiliki daya saing yang tinggi sehingga berpeluang menjangkau pasar internasional lebih luas.
“Potensi ekspor kita itu bisa sampai, kita melakukan modeling, sekitar Rp6,7 triliun, karena banyak sekali konten-konten Indonesia itu yang cukup bagus, cukup bermanfaat,” katanya.
Dukungan AI memungkinkan proses kreasi dan pelokalan konten menjadi lebih cepat melalui otomatisasi pembuatan subtitle, sulih suara, penerjemahan, hingga penyesuaian format untuk berbagai negara. Dengan kemampuan tersebut, kreator Indonesia dapat menjangkau audiens global secara lebih efisien.
Secara tahunan, proses kreasi dan pelokalan berbasis AI di perkirakan mampu menghasilkan sekitar USD410 juta, sekaligus memperkuat daya saing industri kreatif nasional di pasar internasional.
Pasar Global Berikan Nilai Ekonomi Lebih Tinggi
Data yang di paparkan dalam laporan tersebut menunjukkan Indonesia memiliki fondasi digital yang kuat. Tercatat terdapat 1,2 miliar unduhan aplikasi di pasar domestik, sementara unduhan dari luar negeri menyumbang 36 persen dari total keseluruhan.
Menariknya, pasar internasional menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar di bandingkan pasar domestik. Pendapatan dari luar negeri mencapai sekitar Rp400 miliar, sedangkan pasar dalam negeri menghasilkan sekitar Rp370 miliar.
Selain itu, pendapatan per unduhan di pasar global juga lebih tinggi, yakni sekitar Rp580 miliar, di bandingkan Rp300 miliar di pasar domestik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa adaptasi lokal berbasis AI berpotensi meningkatkan nilai ekspor sekaligus memperluas jangkauan produk digital Indonesia.
Adrian menilai temuan tersebut memperlihatkan besarnya peluang Indonesia untuk memperkuat posisi di industri kreatif global melalui pemanfaatan teknologi AI.
“Seperti yang di bilang sebelumnya, ini bisa menjadi bidak Indonesia menjadi lebih internasional. Jadi secara umum, memang kita lihat laporan ini menunjukkan bahwa potensi kreativitas yang sangat besar,” pungkasnya.
Penulis : fnr/*
Editor : iim
Sumber Berita: detikinet











Komentar