Kiniin.com – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi memastikan ketersediaan benih kelapa dalam berkualitas untuk mendukung program pengembangan dan peremajaan perkebunan kelapa pada Tahun Anggaran 2026.
Direktur Wilayah BRMP Jambi, Yunimar, S.Si., M.Si., melakukan monitoring dan evaluasi di lokasi penyedia benih milik CV Galang Putra Jambi di Desa Tanjung Solok, Kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Rabu (17/6).
Dalam kegiatan tersebut, Yunimar di dampingi Kapoksi Pendampingan Modernisasi Pertanian Kamalia Muliyanti, S.TP., M.Sc., Katimker Pendampingan Program Wilayah I Husnul Ardi, S.P., Katimker Pendampingan Program Wilayah II Ike Wirdani Putri, M.Si., Pengawas Benih Tanaman BRMP Jambi, penyuluh pertanian, perwakilan Dinas Perkebunan dan Peternakan Tanjung Jabung Timur, serta pihak penyedia benih.
Kunjungan ini bertujuan memastikan mutu benih yang akan di gunakan dalam program pengembangan kelapa dalam dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.
Jambi Butuhkan Lebih dari 1 Juta Benih Kelapa Dalam
Pada 2026, Provinsi Jambi memperoleh alokasi pengembangan kelapa dalam seluas 9.996 hektare. Program tersebut mencakup Kabupaten Batanghari, Tanjung Jabung Barat, dan Tanjung Jabung Timur.
Untuk memenuhi kebutuhan areal tersebut, di perlukan sekitar 1.099.560 butir benih. Jumlah itu setara dengan kebutuhan 110 butir benih per hektare.
Hasil pemantauan menunjukkan benih kelapa dalam varietas Zabak yang telah di kontrak mencapai 561.000 butir. Seluruh benih tersebut berstatus Benih Pokok dan menggunakan label ungu.
Pemeriksaan Mutu dan Standar Sertifikasi Benih
Tim memeriksa kualitas benih yang telah berkecambah maupun yang masih berbentuk butiran. Pemeriksaan mencakup kondisi fisik benih, bobot minimal 1.500 gram, serta suara air di dalam buah yang menjadi salah satu indikator mutu.
Benih yang tersedia memiliki tinggi rata-rata 15 hingga 30 sentimeter. Jumlah daunnya berkisar antara dua sampai tiga helai.
Pemeriksaan di lakukan untuk memastikan seluruh benih memenuhi standar mutu. Setelah itu, benih akan mengikuti proses sertifikasi siap salur sebelum didistribusikan pada September 2026.
BRMP Jambi Tekankan Ketepatan Distribusi Benih
Yunimar menegaskan pentingnya menjaga kualitas benih selama proses produksi berlangsung. Ia juga meminta pengelola menjaga kebersihan area pembibitan dan segera menangani benih yang menunjukkan gejala serangan organisme pengganggu tumbuhan.
Selain itu, Yunimar mendorong percepatan pemasangan label benih sesuai ketentuan. Ia juga meminta verifikasi dan validasi Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) di lakukan secara teliti agar penyaluran benih tepat sasaran.
Melalui kegiatan monitoring ini, BRMP Jambi ingin memastikan benih kelapa dalam yang di terima petani berada dalam kondisi sehat dan bermutu. Langkah tersebut di harapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas sekaligus memperkuat pengembangan komoditas kelapa di Provinsi Jambi. (fnr/*)










Komentar