GNTI Gelar Panen Raya Jagung di Pesawaran, Perkuat Ketahanan Pangan dan Modernisasi Pertanian

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GNTI Gelar Panen Raya Jagung di Pesawaran, Perkuat Ketahanan Pangan dan Modernisasi Pertanian (Foto: AI)

GNTI Gelar Panen Raya Jagung di Pesawaran, Perkuat Ketahanan Pangan dan Modernisasi Pertanian (Foto: AI)

Kiniin.com – Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) mengadakan panen raya jagung di Desa Sinar Jati, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan ini bentuk upaya meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkenalkan teknologi pertanian. Panen berlangsung di lahan jagung produktif menggunakan mesin combine harvester. Penggunaan alat membantu proses panen menjadi lebih efisien.

Pada kegiatan itu, GNTI juga menyerahkan bantuan pupuk dan berbagai sarana produksi pertanian kepada petani serta gabungan kelompok tani (Gapoktan). Bantuan tersebut di harapkan dapat membantu petani menjaga produktivitas lahan dan mendukung keberlanjutan usaha tani mereka.

Selain panen raya, kegiatan juga di isi diskusi bersama petani jagung yang menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari dampak perubahan cuaca, meningkatnya biaya produksi, hingga kebutuhan akses teknologi pertanian yang lebih mudah.

Ketua Umum GNTI Rokhmin Dahuri, mengatakan panen raya ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sektor pangan yang selama ini menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, kedaulatan pangan perlu terus di perkuat agar Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri.

Baca Juga :  BRMP Jambi Dukung Swasembada Pangan melalui Gerakan Tanam Serentak di Batanghari

“Pertanian bukan hanya soal menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan keberlangsungan hidup masyarakat. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat kedaulatan pangan sebagai salah satu syarat menuju negara yang maju dan sejahtera,” ujar Rokhmin.

Ia juga menilai penggunaan teknologi pertanian perlu terus di perluas agar produktivitas meningkat dan sektor pertanian menjadi lebih menarik bagi generasi muda.

Pertanian Masih Menjadi Andalan Ekonomi Daerah

Bupati Pesawaran, Nanda, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah sekaligus berperan penting dalam menjaga ketersediaan pangan.

Menurutnya, kemajuan sektor pertanian akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Pertanian merupakan sektor yang menjadi sumber penghidupan banyak warga. Ketika sektor ini berkembang, manfaatnya akan di rasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  RSUD Kerinci Masih Berikan Layanan Pengobatan Dasar Gratis

Nanda juga memaparkan perkembangan produksi jagung di Kabupaten Pesawaran hingga Mei 2026. Luas tanam jagung tercatat mencapai 14.478 hektare. Dari total tersebut, sekitar 10.897 hektare telah dipanen dengan hasil produksi mencapai 64.292,3 ton.

Pemerintah Kabupaten Pesawaran, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan melalui pembangunan infrastruktur pertanian, bantuan sarana produksi, serta pendampingan teknologi bagi petani.

Selain itu, pemerintah daerah mendorong penerapan pola budidaya yang lebih sesuai dengan kondisi iklim dan memanfaatkan perkembangan teknologi pertanian.

“Kami ingin hasil yang di peroleh petani semakin baik sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi keluarga mereka,” ujar Nanda.

Melalui dukungan alat pertanian modern, sarana produksi, dan program pendampingan berkelanjutan, sektor pertanian di Kabupaten Pesawaran di harapkan mampu memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. (if/*)

Berita Terkait

Jangan Salah Pupuk! Kenali Perbedaan Pupuk Makro dan Mikro agar Hasil Panen Maksimal
Muncul Embun Es di Dieng, BRIN Ungkap Penyebab dan Dampaknya bagi Pertanian
BRMP Jambi Kawal Kesiapan Program Cetak Sawah Rakyat Seluas 22 Hektare di Sarolangun
Mentan Amran Akui Diserang Buzzer, Petani Merauke Malah Minta Tambah Sawah 2.000 Hektare
Mentan: Pupuk Bersubsidi Terjaga Jadi Kunci Produksi Beras Indonesia Terus Meningkat
BRMP Jambi Kembangkan Pepaya Merah Delima, Buka Peluang Baru bagi Petani Hortikultura
BRMP Jambi Pastikan Kualitas 561 Ribu Benih Kelapa Dalam untuk Program Pengembangan 2026
BRMP Jambi Pantau 800 Ribu Bibit Kopi Liberika, Siap Disalurkan ke Petani pada September 2026
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:02

Jangan Salah Pupuk! Kenali Perbedaan Pupuk Makro dan Mikro agar Hasil Panen Maksimal

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:01

Muncul Embun Es di Dieng, BRIN Ungkap Penyebab dan Dampaknya bagi Pertanian

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:04

BRMP Jambi Kawal Kesiapan Program Cetak Sawah Rakyat Seluas 22 Hektare di Sarolangun

Minggu, 5 Juli 2026 - 08:05

Mentan Amran Akui Diserang Buzzer, Petani Merauke Malah Minta Tambah Sawah 2.000 Hektare

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:01

Mentan: Pupuk Bersubsidi Terjaga Jadi Kunci Produksi Beras Indonesia Terus Meningkat

Berita Terbaru