Kiniin.com, Jambi – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Jambi memastikan sebanyak 262.240 batang bibit eukaliptus (Eucalyptus sp) yang dikirim ke Kalimantan Tengah dalam kondisi sehat dan memenuhi persyaratan karantina tumbuhan.
Bibit dengan nilai ekonomi mencapai Rp224,4 juta tersebut di berangkatkan melalui kargo Bandara Sultan Thaha Jambi setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dan pengujian. Dengan demikian, bibit bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) sehingga aman untuk di lalulintaskan antarwilayah.
Pengawasan Ketat Cegah Penyebaran Hama dan Penyakit Tanaman
Kepala Karantina Jambi, Sudiwan Situmorang, mengatakan pengawasan terhadap lalu lintas komoditas tumbuhan menjadi bagian penting dalam upaya mencegah penyebaran hama maupun penyakit tanaman yang berpotensi mengganggu sektor kehutanan dan perkebunan.
Menurut dia, setiap komoditas tumbuhan yang akan dikirim ke daerah lain wajib memenuhi standar kesehatan tumbuhan. Karena itu, petugas karantina melakukan pemeriksaan lapangan dan pengujian laboratorium sebelum menerbitkan sertifikat karantina.
“Melalui pemeriksaan dan pengujian yang kami lakukan, Karantina memastikan komoditas yang dikirim dalam kondisi sehat dan tidak menjadi media penyebaran OPTK ke daerah tujuan,” kata Sudiwan, Minggu (14/6/2026).
Pengiriman Bibit Eukaliptus dari Jambi Terus Meningkat
Data Best Trust menunjukkan pengiriman bibit eukaliptus dari Jambi mengalami peningkatan. Pada Desember 2025 tercatat tiga kali pengiriman dengan total 70.420 bibit. Sementara itu hingga Juni 2026, jumlah pengiriman telah mencapai empat kali dengan total 310.440 bibit.
Sudiwan menilai meningkatnya distribusi bibit eukaliptus tersebut mencerminkan dukungan terhadap pengembangan sektor kehutanan nasional. Ia menegaskan pengawasan karantina yang konsisten menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keamanan hayati sekaligus mendukung kelancaran distribusi komoditas tumbuhan.
Pemeriksaan Laboratorium Pastikan Bibit Bebas Penyakit
Sebelum sertifikat karantina di terbitkan, petugas terlebih dahulu melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi pre nursery untuk mengecek kondisi bibit. Pemeriksaan di fokuskan pada deteksi keberadaan Austropuccinia psidii, cendawan penyebab penyakit karat daun yang dapat menyerang tanaman dari famili Myrtaceae, termasuk eukaliptus.
Selain pemeriksaan visual, sampel bibit juga menjalani pengujian laboratorium guna memastikan kesehatannya. Hasilnya, seluruh bibit dalam kondisi baik dan tumbuh secara optimal.
“Dari hasil pemeriksaan tidak di temukan gejala yang mengarah pada keberadaan Austropuccinia psidii. Dengan demikian, proses produksi dan pemeliharaan bibit berjalan dengan baik sehingga tidak berisiko menyebarkan penyakit ke wilayah tujuan,” ujar Sudiwan. (fnr/*)










Komentar