Kiniin.com, Kerinci – BMKG Stasiun Meteorologi Depati Parbo Kerinci mencatat tidak ada titik panas (hotspot) di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh hingga 12 Juni 2026. Kondisi ini menunjukkan kedua daerah tersebut masih relatif aman dari potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan pemantauan satelit terbaru, Kerinci dan Sungai Penuh menjadi dua wilayah di bagian barat Provinsi Jambi yang belum terdeteksi hotspot.
Di sisi lain, sejumlah daerah di Jambi masih mencatat adanya titik panas. Kabupaten Muaro Jambi menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni lima titik.
Kabupaten Merangin dan Sarolangun masing-masing terpantau memiliki tiga titik panas. Sementara itu, Kabupaten Batanghari mencatat dua hotspot dan Kabupaten Bungo satu titik panas.
Tidak di temukannya hotspot di Kerinci dan Sungai Penuh menjadi kabar positif di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap ancaman karhutla. Meski demikian, masyarakat tetap di minta berhati-hati saat beraktivitas di perkebunan maupun lahan terbuka yang berisiko memicu kebakaran.
BMKG menjelaskan bahwa hotspot tidak selalu menunjukkan adanya kebakaran. Titik panas merupakan indikator awal yang perlu di verifikasi melalui pemeriksaan langsung di lapangan.
Pemantauan terus di lakukan untuk mengantisipasi munculnya hotspot baru, terutama saat suhu udara meningkat dan cuaca menjadi lebih kering.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga di harapkan memperkuat langkah pencegahan karhutla melalui patroli rutin, sosialisasi kepada masyarakat, serta penanganan cepat jika di temukan indikasi kebakaran.
Hingga 12 Juni 2026, data BMKG Depati Parbo Kerinci menunjukkan Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh masih bebas dari hotspot serta berada dalam kondisi yang relatif aman dari ancaman karhutla. (fnr/*)










Komentar