Dolar AS Tembus Rp18.000, Rupiah Tertekan di Awal Juni 2026

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dolar AS Tembus Rp18.000, Rupiah Tertekan di Awal Juni 2026 (Foto: Himawan L. Nugraha/Bisnis)

Dolar AS Tembus Rp18.000, Rupiah Tertekan di Awal Juni 2026 (Foto: Himawan L. Nugraha/Bisnis)

Kiniin.com – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan setelah dolar Amerika Serikat (AS) menembus level Rp18.000. Pergerakan ini terjadi di tengah dinamika pasar keuangan global yang masih fluktuatif.

Mengacu pada data Investing pada Kamis (4/6/2026), dolar AS tercatat menguat sebesar 49,4 basis poin atau sekitar 0,28% ke posisi Rp18.015. Sepanjang hari, pergerakannya berada di kisaran Rp17.937 hingga Rp18.024.

Sementara itu, data Google Finance menunjukkan dolar sempat menyentuh Rp18.010 pada pukul 23.23 UTC (06.23 WIB), sebelum turun ke Rp17.971 sekitar pukul 00.15 UTC (07.15 WIB).

Baca Juga :  Purbaya Bantah Rumor Mundur dari Menkeu, Juga Tepis Isu Jadi Gubernur BI

Data Bloomberg juga mencatat penguatan dolar secara harian hingga 0,71%, dengan posisi terakhir di kisaran Rp17.966.

Menanggapi kondisi ini, Bank Indonesia (BI) menyatakan terus memantau perkembangan pasar, baik global maupun domestik. Otoritas moneter juga menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa BI akan tetap aktif di pasar dengan mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan yang tersedia.

“Bank Indonesia terus berada di pasar untuk memastikan mekanisme berjalan dengan baik, sekaligus menjaga kecukupan likuiditas valuta asing demi stabilitas sistem keuangan,” ujar Denny dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6/2026).

Baca Juga :  Harga Emas Antam 3 Juni 2026 Belum Bergerak

Sebagai bagian dari langkah pengendalian, sejak 2 Juni 2026 BI telah menetapkan batas pembelian valuta asing tanpa underlying sebesar US$25.000 per pelaku per bulan.

Selain itu, BI juga terus memperluas penggunaan mata uang lokal dalam kerja sama bilateral melalui skema Local Currency Transaction (LCT). Kebijakan ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS sekaligus menekan dampak volatilitas nilai tukar.

Saat ini, kerja sama LCT telah dijalankan dengan sejumlah negara, antara lain Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab. (if/*)

Berita Terkait

Potensi Ekonomi Digital Indonesia Didukung AI Capai Rp66 Triliun
Rumah Kosong Sebaiknya Dijual atau Disewakan?
Purbaya Pastikan Ekonomi RI Tetap Kuat, MBG dan Kopdes Merah Putih Terus Dievaluasi
Kabar Baik! Pengemudi Ojol Kini Bisa Punya Rumah Subsidi Tanpa DP
Purbaya Optimistis Harga Pertamax Kembali Turun
Paket Stimulus Rp26,34 Triliun Meluncur, Pemerintah Beri Insentif Pajak hingga Bantuan Beras
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 18 Juni 2026 Naik, Cek Daftar Harga Terbaru
Rupiah Berpeluang Menguat Hari Ini, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:02

Potensi Ekonomi Digital Indonesia Didukung AI Capai Rp66 Triliun

Minggu, 5 Juli 2026 - 10:04

Rumah Kosong Sebaiknya Dijual atau Disewakan?

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:04

Purbaya Pastikan Ekonomi RI Tetap Kuat, MBG dan Kopdes Merah Putih Terus Dievaluasi

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:02

Kabar Baik! Pengemudi Ojol Kini Bisa Punya Rumah Subsidi Tanpa DP

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:00

Purbaya Optimistis Harga Pertamax Kembali Turun

Berita Terbaru