Kiniin.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kabar yang menyebut dirinya akan mundur dari Kabinet Merah Putih tidak benar. Isu mengenai pengunduran diri Purbaya sempat beredar di kalangan wartawan dalam beberapa waktu terakhir. Namun, ia langsung membantah informasi tersebut.
“Enggak benar lah,” ungkap Purbaya dalam pesan singkatnya yang di sampaikan kepada para wartawan, Kamis (4/6/2026).
Pada kesempatan yang sama, Purbaya juga menepis rumor yang menyebut di rinya akan bergeser menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI), di tengah kondisi nilai tukar rupiah yang melemah hingga menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat.
“Tidak benar,” jawabnya singkat.
Purbaya resmi menjabat Menteri Keuangan setelah di lantik Presiden Prabowo Subianto pada September 2025. Saat itu, ia menggantikan Sri Mulyani yang sebelumnya memimpin Kementerian Keuangan selama beberapa periode pemerintahan.
Pelantikan tersebut di lakukan berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 86 Tahun 2025 yang di bacakan di Istana Negara pada Senin, 8 September 2025.
Saat pertama kali di tunjuk sebagai Menteri Keuangan, sejumlah pihak sempat meragukan kemampuannya untuk mengisi posisi yang sebelumnya di tempati Sri Mulyani. Pasalnya, Sri Mulyani di kenal sebagai sosok yang telah menjabat sebagai Menkeu di era tiga presiden berbeda.
Namun dalam perjalanannya, Purbaya mampu membangun kepercayaan publik. Ia bahkan menjadi salah satu menteri yang cukup di kenal masyarakat berkat gaya komunikasinya yang lugas, santai, dan kerap di selingi humor.
Purbaya pernah mengungkapkan bahwa gaya komunikasi yang kerap di anggap “koboi” tersebut justru sejalan dengan arahan Presiden Prabowo. Menurutnya, dirinya hanya menyampaikan pandangan pemerintah dengan cara yang lebih sederhana.
“Semua pekerjaan saya, walaupun saya kelihatannya koboi, itu di suruh oleh Presiden. Itu pandangan presiden,” kata Purbaya dalam acara Hari Keuangan Nasional di Studio CNN, Jakarta Selatan, Senin (27/10/2025).
Sebagai Bendahara Negara, ia mengaku menyadari tidak semua pihak menyukai gaya komunikasinya. Meski demikian, ia memilih tetap fokus menjalankan tugas yang di berikan pemerintah.
“Saya baru tahu bahwa sebagian orang enggak bisa terima, tapi biar saja. For the sake of the country, I don’t care. Tapi karena ini perintah Presiden, kalau di perintah berubah, saya berubah. Ini hanya perpanjangan tangan dari bapak presiden, dengan versi yang lebih halus,” tuturnya. (if/*)










Komentar