Mentan: Pupuk Bersubsidi Terjaga Jadi Kunci Produksi Beras Indonesia Terus Meningkat

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pupuk Bersubsidi Terjaga Jadi Kunci Produksi Beras Indonesia Terus Meningkat (Foto: Pupuk Indonesia)

Pupuk Bersubsidi Terjaga Jadi Kunci Produksi Beras Indonesia Terus Meningkat (Foto: Pupuk Indonesia)

Kiniin.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai ketersediaan pupuk bersubsidi yang terjaga menjadi faktor penting dalam peningkatan produksi beras nasional. Kondisi ini tetap tercapai meski banyak negara menghadapi ancaman krisis pangan dan dampak perubahan iklim.

Menurut Amran, pemerintah terus mempermudah akses petani terhadap pupuk bersubsidi. Pemerintah juga menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen sejak akhir 2025. Kebijakan ini bertujuan meringankan biaya produksi petani.

“Ketika petani di banyak negara menghadapi pupuk yang langka dan mahal, Pemerintah Indonesia justru menurunkan HET pupuk bersubsidi sebesar 20 persen. Pemerintah juga memastikan pupuk mudah di akses petani. Inilah salah satu kunci mengapa produksi pangan Indonesia terus meningkat,” kata Amran di Jakarta, Sabtu, 27 Juni 2026.

Ia menegaskan, keberpihakan pemerintah terhadap petani menjadi fondasi utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Kebijakan ini di nilai mampu memperkuat sektor pertanian di tengah tekanan perubahan iklim dan gejolak harga pupuk global.

Keyakinan tersebut sejalan dengan laporan Food Outlook Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) edisi Juni 2026. Dalam laporan itu, Indonesia tercatat sebagai produsen beras terbesar di Asia Tenggara. Indonesia juga menempati posisi keempat di dunia dengan proyeksi produksi sekitar 38,6 juta ton.

Baca Juga :  Purbaya Optimistis Harga Pertamax Kembali Turun

Di sisi lain, FAO memperkirakan produksi beras dunia akan turun sekitar 1,6 persen. Penurunan ini di picu perubahan iklim dan gangguan pasokan di sejumlah negara produsen utama. Amran menilai capaian Indonesia menunjukkan kemampuan sektor pertanian nasional. Indonesia mampu menjaga bahkan meningkatkan produksi saat banyak negara mengalami tekanan akibat cuaca ekstrem dan tingginya biaya produksi.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, Andi Nur Alam Syah, memastikan stok pupuk bersubsidi masih mencukupi kebutuhan petani hingga musim tanam berikutnya.

Data per 25 Juni 2026 menunjukkan penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai 54,28 persen dari total alokasi nasional sebesar 9,55 juta ton.

“Artinya, masih tersedia sekitar 45,72 persen atau sekitar 5,1 juta ton pupuk bersubsidi. Stok ini siap di manfaatkan petani di seluruh Indonesia,” ujar Andi Nur Alam Syah.

Baca Juga :  BRMP Jambi Kembangkan Pepaya Merah Delima, Buka Peluang Baru bagi Petani Hortikultura

Ia menjelaskan, pemerintah terus memperlancar distribusi pupuk. Tujuannya agar petani menerima pasokan tepat waktu, sesuai kebutuhan, dan tepat sasaran. Percepatan distribusi ini di harapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di berbagai daerah.

Pemerintah juga mengantisipasi dampak fenomena El Nino terhadap sektor pertanian. Karena itu, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani di dorong memanfaatkan pupuk bersubsidi. Mereka juga di minta menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan), pompa air, serta traktor untuk mempercepat masa tanam.

“Semakin cepat tanam di lakukan saat kondisi masih memungkinkan, semakin besar peluang menjaga bahkan meningkatkan produksi pangan nasional,” kata Andi Nur Alam Syah.

Pada 2026, pemerintah mengalokasikan pupuk bersubsidi sebanyak 9,55 juta ton. Dengan ketersediaan pupuk yang terjaga dan distribusi yang semakin sederhana, pemerintah optimistis target swasembada pangan dapat tercapai. Hal ini membutuhkan sinergi kebijakan pemerintah dan kerja keras para petani. (fnr/*)

Berita Terkait

BRMP Jambi Kawal Kesiapan Program Cetak Sawah Rakyat Seluas 22 Hektare di Sarolangun
Mentan Amran Akui Diserang Buzzer, Petani Merauke Malah Minta Tambah Sawah 2.000 Hektare
BRMP Jambi Kembangkan Pepaya Merah Delima, Buka Peluang Baru bagi Petani Hortikultura
BRMP Jambi Pastikan Kualitas 561 Ribu Benih Kelapa Dalam untuk Program Pengembangan 2026
BRMP Jambi Pantau 800 Ribu Bibit Kopi Liberika, Siap Disalurkan ke Petani pada September 2026
Petani Muara Sebo Ilir Percepat Tanam Padi, Antisipasi Kemarau dan Ancaman Kekeringan
Mentan Gandeng KPK Awasi Program Bibit Rp9,95 Triliun, Temukan Potensi Kerugian Rp3,3 Miliar
Karantina Jambi Pastikan 262 Ribu Bibit Eukaliptus Sehat Sebelum Dikirim ke Kalteng
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:04 WIB

BRMP Jambi Kawal Kesiapan Program Cetak Sawah Rakyat Seluas 22 Hektare di Sarolangun

Minggu, 5 Juli 2026 - 08:05 WIB

Mentan Amran Akui Diserang Buzzer, Petani Merauke Malah Minta Tambah Sawah 2.000 Hektare

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:01 WIB

Mentan: Pupuk Bersubsidi Terjaga Jadi Kunci Produksi Beras Indonesia Terus Meningkat

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:02 WIB

BRMP Jambi Kembangkan Pepaya Merah Delima, Buka Peluang Baru bagi Petani Hortikultura

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:00 WIB

BRMP Jambi Pastikan Kualitas 561 Ribu Benih Kelapa Dalam untuk Program Pengembangan 2026

Berita Terbaru

Sana, anggota girl group TWICE (Foto: Instagram - @m.by__sana)

Showbiz

Sana TWICE Debut sebagai Aktris, Bintangi Film Nyangi

Kamis, 9 Jul 2026 - 21:06 WIB