Gibran Ajak Pelajar Kuasai AI, Tekankan Pentingnya Etika dan Daya Pikir Kritis

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gibran Ajak Pelajar Kuasai AI, Tekankan Pentingnya Etika dan Daya Pikir Kritis (Foto: Himawan L. Nugraha/Bisnis)

Gibran Ajak Pelajar Kuasai AI, Tekankan Pentingnya Etika dan Daya Pikir Kritis (Foto: Himawan L. Nugraha/Bisnis)

Kiniin.com – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengajak pelajar, guru, dan orang tua untuk tidak hanya menggunakan teknologi, tetapi juga menguasai kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, kemampuan memahami dan memanfaatkan AI menjadi salah satu bekal penting menuju Indonesia Emas 2045.

Pesan tersebut di sampaikan Gibran melalui tayangan video yang di unggah di akun YouTube Wakil Presiden Republik Indonesia, Rabu (17/6/2026).

Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat. Karena itu, masyarakat tidak lagi bisa menganggap AI sebagai teknologi masa depan.

“AI bukan lagi masa depan. AI adalah hari ini. Kita tidak bisa hanya menjadi penonton. Kita harus menjadi pemain dan menguasai teknologi tersebut,” ujar Gibran.

Menurutnya, transformasi digital telah mengubah makna literasi. Jika dahulu masyarakat berfokus pada kemampuan membaca dan menulis, kini literasi digital menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Gibran menilai AI dapat membantu pelajar mempercepat proses belajar sekaligus memperluas penguasaan ilmu pengetahuan. Namun, ia mengingatkan agar teknologi tersebut tidak membuat generasi muda bergantung dan kehilangan semangat belajar.

“Saya ingin adik-adik pelajar memahami bahwa AI adalah alat untuk mempercepat proses belajar, bukan alat yang membuat kita malas,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa AI dapat berperan sebagai asisten belajar yang membantu mencari informasi, mempelajari bahasa asing, hingga menyederhanakan materi yang sulit di pahami.

Meski demikian, Gibran meminta generasi muda tetap menjaga kemampuan berpikir kritis saat memanfaatkan teknologi tersebut.

“AI bisa membantu mengejar ketertinggalan, tetapi jangan sampai menghilangkan daya kritis kita,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak pelajar menggunakan AI sebagai sarana untuk melahirkan ide-ide baru dan meningkatkan kreativitas.

“Gunakan AI untuk memicu kreativitas, bukan untuk menggantikan kemampuan berpikir kalian sendiri,” tegasnya.

Peluang Besar bagi Talenta Indonesia

Gibran juga menyoroti semakin banyaknya teknologi AI yang tersedia secara terbuka atau open source. Menurutnya, kondisi ini membuka peluang besar bagi masyarakat untuk belajar dan mengembangkan kemampuan tanpa hambatan yang berarti.

Baca Juga :  Metranet Perluas SPMB Online ke 5.000 Sekolah di 15 Provinsi

“Kabar baiknya, banyak teknologi AI canggih yang sekarang bersifat open source. Ilmunya gratis, kodenya terbuka, dan bisa di akses siapa saja,” katanya.

Ia menilai keterbukaan akses tersebut menjadi kesempatan emas bagi generasi muda Indonesia untuk meningkatkan daya saing di tingkat global.

“Di tangan mereka yang menguasai teknologi, Indonesia Emas 2045 bukan lagi sekadar impian, tetapi bisa menjadi kenyataan,” ujarnya.

Guru Perlu Terus Beradaptasi

Dalam pesannya, Gibran juga mengajak para guru untuk terus mengikuti perkembangan teknologi. Ia memahami masih ada kekhawatiran terhadap penggunaan AI di lingkungan pendidikan. Namun, menurutnya, guru yang mampu memanfaatkan teknologi justru akan memiliki lebih banyak peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Saya berharap para guru tidak pernah berhenti meningkatkan kemampuan diri,” katanya.

Gibran menjelaskan bahwa AI dapat membantu guru menyelesaikan berbagai pekerjaan administratif, seperti menyusun soal, merangkum materi, hingga menyiapkan contoh pembelajaran yang lebih mudah di pahami siswa.

“Guru yang menguasai AI akan memiliki kekuatan tambahan untuk mendidik secara lebih efektif,” ujarnya.

Dengan bantuan teknologi, guru dapat mengalokasikan lebih banyak waktu untuk membangun karakter siswa dan memberikan pendampingan secara langsung.

“Bapak dan Ibu guru akan memiliki lebih banyak waktu untuk menyentuh sisi humanis dan membentuk karakter murid,” kata Gibran.

Orang Tua Tidak Boleh Tertinggal

Selain pelajar dan guru, Gibran juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak di era digital.

Menurutnya, orang tua perlu memahami perkembangan teknologi agar mampu mengawasi sekaligus membimbing anak saat mengakses berbagai platform digital.

“Jangan sampai anak-anak kita melaju jauh dengan teknologi, sementara kita sebagai orang tua tidak memahami apa yang mereka akses,” ujarnya.

Baca Juga :  Anak Muda Mulai Beralih ke ChatGPT, Mengapa Google Tak Lagi Jadi Pilihan Utama?

Etika Jadi Fondasi Pemanfaatan AI

Gibran menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan penerapan nilai-nilai etika.

“Teknologi tanpa etika itu berbahaya,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa AI dapat menghasilkan banyak inovasi yang bermanfaat, tetapi juga berpotensi di salahgunakan untuk menyebarkan hoaks, melakukan plagiarisme, atau melanggar privasi orang lain.

Karena itu, ia meminta masyarakat menjadikan integritas sebagai landasan utama dalam memanfaatkan teknologi.

“Pemanfaatan AI harus di dasari nilai-nilai integritas,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan AI untuk tindakan yang merugikan pihak lain.

“Jangan gunakan AI untuk menipu dan jangan gunakan AI untuk menjatuhkan orang lain. AI harus di manfaatkan untuk kesejahteraan bersama, mempermudah kehidupan, dan bukan menciptakan kekacauan sosial,” ujarnya.

Pemerintah Siapkan Ekosistem AI Nasional

Pada kesempatan yang sama, Gibran mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyelesaikan Readiness Assessment Methodology (RAM) AI yang di susun UNESCO. Instrumen tersebut berfungsi untuk mengukur tingkat kesiapan dan tata kelola kecerdasan buatan di Indonesia.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membangun ekosistem AI yang bertanggung jawab dan selaras dengan prinsip etika.

“Pemerintah Indonesia telah menyelesaikan Readiness Assessment Methodology untuk AI yang di susun UNESCO sebagai alat diagnosis untuk menilai kesiapan dan tata kelola AI Indonesia di masa depan sesuai pedoman etika,” katanya.

Gibran optimistis Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu negara yang berperan penting dalam pengembangan teknologi AI. Namun, peluang tersebut harus di dukung oleh peningkatan kualitas sumber daya manusia dan ekosistem yang memadai.

“Kita memiliki banyak talenta hebat. Tugas pemerintah menyiapkan ekosistemnya, sementara tugas kita semua adalah meningkatkan kapasitas diri. Kuasai teknologinya, pegang teguh etikanya, dan jadikan AI sebagai jembatan menuju Indonesia yang lebih maju, lebih cerdas, dan lebih bermartabat,” pungkasnya. (fnr/*)

Berita Terkait

Anak Muda Mulai Beralih ke ChatGPT, Mengapa Google Tak Lagi Jadi Pilihan Utama?
Garuda AI Impact Summit 2026 dorong pengembangan AI nasional
Metranet Perluas SPMB Online ke 5.000 Sekolah di 15 Provinsi
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Garda Depan Literasi Digital dan Lawan Kejahatan Siber
WhatsApp iPhone Kini Bisa Pakai Dua Akun Sekaligus, Begini Cara Menambahkannya
7 Penyebab WA Web Tidak Bisa Login dan Cara Mengatasinya
OpenAI Ubah ChatGPT Jadi Asisten AI Pintar
ChatGPT, Gemini, dan Claude Lulus Ujian Masuk University of Tokyo, Nilainya Lampaui Peserta Terbaik
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:00 WIB

Gibran Ajak Pelajar Kuasai AI, Tekankan Pentingnya Etika dan Daya Pikir Kritis

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:00 WIB

Anak Muda Mulai Beralih ke ChatGPT, Mengapa Google Tak Lagi Jadi Pilihan Utama?

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:00 WIB

Garuda AI Impact Summit 2026 dorong pengembangan AI nasional

Senin, 15 Juni 2026 - 13:00 WIB

Metranet Perluas SPMB Online ke 5.000 Sekolah di 15 Provinsi

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:10 WIB

Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Garda Depan Literasi Digital dan Lawan Kejahatan Siber

Berita Terbaru