Luhut Sebut AI Akan Bantu Pemerintah Salurkan Bansos dan Kembangkan UMKM

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Arief Hermawan P/Bisnis)

Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Arief Hermawan P/Bisnis)

Kiniin.com – Pemerintah terus mempercepat transformasi digital dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan, menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu negara terdepan dalam penerapan AI di sektor pemerintahan.

Menurut Luhut, jumlah penduduk Indonesia yang di perkirakan mendekati 300 juta jiwa pada tahun depan menjadi modal penting dalam pengembangan teknologi berbasis data dan AI.

Integrasi Data Pemerintah Berbasis AI

Ia mengungkapkan bahwa Dewan Ekonomi Nasional telah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai perkembangan integrasi sistem Government Technology (GovTech). Saat ini, sekitar 80 persen sistem yang mendukung digitalisasi berbagai program pemerintah, termasuk bantuan sosial, telah terhubung dalam satu ekosistem.

Luhut menjelaskan, sejak 1 Juni 2026 pemerintah berhasil menyatukan data dari delapan kementerian dan lembaga strategis ke dalam satu platform yang di dukung teknologi AI. Integrasi tersebut menjadi langkah penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan berbasis data.

Baca Juga :  Sekolah Rakyat Didorong Menjadi Ruang Aman dan Inklusif bagi Anak Disabilitas

“Saya sampaikan kepada Presiden bahwa langkah ini berpotensi melahirkan sistem pemerintahan digital berbasis AI yang sangat baik. China memang lebih maju, tetapi untuk negara dengan populasi hampir 300 juta orang, posisi Indonesia sangat kompetitif,” kata Luhut saat berbicara dalam Indonesia Ethical AI Summit, Rabu (17/6/2026).

Beberapa platform pemerintah yang kini sudah saling terhubung antara lain Portal Perlinsos, OSS, Inaproc e-Katalog, Simbara-Coretax, serta INAku.

Bansos Lebih Tepat Sasaran dan Dorong UMKM Naik Kelas

Luhut meyakini integrasi layanan digital tersebut akan meningkatkan efektivitas berbagai program pemerintah. Salah satu manfaat yang paling terasa adalah meningkatnya ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan sosial.

Selain itu, pemerintah juga dapat memanfaatkan data yang terintegrasi untuk memperluas pembinaan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Data yang lebih lengkap memungkinkan pemerintah memetakan potensi usaha masyarakat secara lebih akurat, sekaligus memperluas basis penerimaan pajak secara bertahap.

Ia mencontohkan, pemerintah dapat mengarahkan penerima bantuan sosial yang memiliki potensi usaha untuk beralih menjadi pelaku UMKM. Setelah itu, pemerintah dapat memberikan dukungan melalui akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar usaha mereka berkembang.

Baca Juga :  Metranet Perluas SPMB Online ke 5.000 Sekolah di 15 Provinsi

“Kalau penyaluran bansos sudah tepat sasaran, penerima bisa memperoleh subsidi tunai sekitar Rp5,4 juta. Namun bantuan tidak bisa di berikan terus-menerus. Dengan dukungan data yang terintegrasi, penerima bansos dapat kita dorong menjadi UMKM baru, memperoleh akses KUR, lalu berkembang menjadi usaha yang lebih besar,” ujarnya.

Menurut Luhut, pendekatan tersebut tidak hanya membantu masyarakat meningkatkan taraf ekonomi, tetapi juga membuka peluang lahirnya lapangan kerja baru.

Di sisi lain, sekitar 64 juta UMKM yang saat ini beroperasi di Indonesia dapat menjadi sumber pertumbuhan wajib pajak baru. Jika jumlah pelaku usaha yang masuk ke sistem perpajakan terus bertambah, penerimaan negara juga akan meningkat.

Luhut menambahkan bahwa seluruh sistem tersebut nantinya terhubung dengan National Single Window di Kementerian Keuangan. Dengan dukungan data yang semakin akurat, pemerintah dapat memetakan potensi penerimaan negara secara lebih baik dan memperkuat fondasi fiskal nasional. (fnr/*)

Berita Terkait

Google Drive Penuh? Ini 4 Cara Mudah Cara Mengatasinya
Komdigi Ingatkan Bahaya Deepfake AI, Kerugian Penipuan Digital Tembus Rp9 Triliun
Gibran Ajak Pelajar Kuasai AI, Tekankan Pentingnya Etika dan Daya Pikir Kritis
Anak Muda Mulai Beralih ke ChatGPT, Mengapa Google Tak Lagi Jadi Pilihan Utama?
Garuda AI Impact Summit 2026 dorong pengembangan AI nasional
Metranet Perluas SPMB Online ke 5.000 Sekolah di 15 Provinsi
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Garda Depan Literasi Digital dan Lawan Kejahatan Siber
WhatsApp iPhone Kini Bisa Pakai Dua Akun Sekaligus, Begini Cara Menambahkannya
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:04 WIB

Google Drive Penuh? Ini 4 Cara Mudah Cara Mengatasinya

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:00 WIB

Luhut Sebut AI Akan Bantu Pemerintah Salurkan Bansos dan Kembangkan UMKM

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:02 WIB

Komdigi Ingatkan Bahaya Deepfake AI, Kerugian Penipuan Digital Tembus Rp9 Triliun

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:00 WIB

Gibran Ajak Pelajar Kuasai AI, Tekankan Pentingnya Etika dan Daya Pikir Kritis

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:00 WIB

Anak Muda Mulai Beralih ke ChatGPT, Mengapa Google Tak Lagi Jadi Pilihan Utama?

Berita Terbaru

google drive sebagai penyimpan data (Foto: dok.kauri)

Teknologi

Google Drive Penuh? Ini 4 Cara Mudah Cara Mengatasinya

Minggu, 21 Jun 2026 - 14:04 WIB

IIlustrasi Cari SUV Murah? Ini 6 Pilihan Terbaik Juni 2026 (Foto: astra daihatsu)

Otomotif

Cari SUV Murah? Ini 6 Pilihan Terbaik Juni 2026

Sabtu, 20 Jun 2026 - 23:09 WIB