Harga Emas Mulai Turun, Apakah Investor Akan Beralih ke Bitcoin?

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi perbandingan bitcoin vs emas (Foto: AI)

Ilustrasi perbandingan bitcoin vs emas (Foto: AI)

Kiniin.com – Penurunan harga emas setelah sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa mulai menjadi perhatian pelaku pasar. Kondisi ini memunculkan berbagai spekulasi mengenai kemungkinan perubahan strategi investasi di kalangan investor.

Selama ini, emas di kenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang banyak di buru saat kondisi ekonomi dan geopolitik tidak menentu. Namun, peluang memperoleh keuntungan yang lebih besar membuat sebagian investor mulai melirik Bitcoin sebagai alternatif investasi.

Apakah Emas Kehilangan Momentum?

Mengutip CoinMarketCap, Sabtu (13/6/2026), analis pasar yang di kenal dengan nama CryptoTice menilai harga emas saat ini mulai memasuki fase konsolidasi setelah mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan pola historis, ketika emas mencapai rekor harga baru dan kemudian bergerak mendatar, sebagian likuiditas pasar cenderung mengalir ke Bitcoin.

Menurut CryptoTice, momentum kenaikan emas umumnya melambat setelah mengalami lonjakan besar. Pada fase tersebut, investor biasanya mencari instrumen lain yang menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi, dan Bitcoin kerap menjadi salah satu aset yang di untungkan.

“Momentum emas biasanya tertahan setelah pergerakan besar. Pada fase inilah investor mulai mencari peluang keuntungan yang lebih tinggi di aset lain, dan Bitcoin sering menjadi salah satu penerima manfaat utama dari siklus tersebut,” ujar CryptoTice.

Baca Juga :  El Niño Diprediksi Menguat, Produksi Pangan Asia Terancam dan Harga Beras Mulai Naik

Belajar dari Pergerakan Historis Bitcoin

Grafik perbandingan mingguan sepanjang periode 2015 hingga 2026 menunjukkan pola yang cukup menarik. Bitcoin beberapa kali mengalami kenaikan signifikan setelah emas mencapai puncak harga dan memasuki fase pergerakan yang relatif datar.

Fenomena tersebut terlihat pada reli Bitcoin tahun 2017 ketika harganya melonjak hingga mendekati US$20.000. Pola serupa juga terjadi pada periode 2020–2021 saat Bitcoin berhasil menembus kisaran US$69.000.

Saat ini, harga emas murni berada di sekitar US$4.200 per ons, sedikit di bawah rekor tertinggi yang baru saja di capai. Di tengah ketidakpastian geopolitik dan berbagai indikator ekonomi Amerika Serikat (AS) yang masih menjadi perhatian pasar, investor kini menunggu arah pergerakan emas selanjutnya, apakah akan terus berkonsolidasi atau kembali melanjutkan tren kenaikannya.

Mampukah Bitcoin Melanjutkan Reli?

Berbeda dengan emas yang mulai bergerak terbatas, Bitcoin menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sebelumnya mengalami tekanan harga. Saat artikel ini di tulis, Bitcoin di perdagangkan di level sekitar US$63.492 atau naik 2,5 persen dalam 24 jam terakhir.

Menanti Potensi Gelombang Kenaikan Ketiga

Perbandingan pergerakan emas dan Bitcoin memperlihatkan setidaknya tiga fase akselerasi besar yang di alami Bitcoin. Menariknya, setiap fase tersebut terjadi setelah emas memasuki periode stagnasi.

Baca Juga :  Produk Indonesia Berpotensi Kena Tarif 18% di AS, Ini Penjelasan Pemerintah

Perkembangan pasar saat ini di nilai membuka peluang munculnya gelombang kenaikan berikutnya, terutama setelah Bitcoin berhasil bangkit dari titik terendah yang terjadi pada 2022.

Kondisi tersebut kembali memunculkan pembahasan mengenai potensi perpindahan dana investasi dari emas ke aset kripto. Sejumlah laporan pasar bahkan menyebut fase saat ini sebagai peluang gelombang ketiga yang di dukung oleh pemulihan Bitcoin serta meningkatnya spekulasi mengenai arus modal besar menuju pasar kripto.

Meski demikian, para analis tetap mengingatkan investor agar tidak hanya mengandalkan pola historis sebagai dasar pengambilan keputusan. Pergerakan pasar tidak selalu mengikuti pola yang sama seperti sebelumnya.

Dalam beberapa periode gejolak ekonomi dan keuangan global, emas dan Bitcoin bahkan tercatat mampu menguat secara bersamaan. Hal itu terjadi karena kedua aset tersebut memiliki daya tarik yang berbeda bagi masing-masing kelompok investor.

Disclaimer: Seluruh keputusan investasi berada di tangan masing-masing investor. Lakukan riset dan analisis secara menyeluruh sebelum membeli maupun menjual aset kripto. Segala keuntungan maupun kerugian yang timbul dari keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing pihak. (fnr/*)

Berita Terkait

Rupiah Berpeluang Menguat Hari Ini, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong
SpaceX Kantongi Rp 1.339 Triliun dari IPO, Targetkan 100 Ribu Satelit
Purbaya Ungkap Alasan Rupiah Berpotensi Menguat pada Semester II 2026
Harga Pertamax Rp16.250 per Liter, DPR Prediksi Pengguna Beralih ke Pertalite
Produk Indonesia Berpotensi Kena Tarif 18% di AS, Ini Penjelasan Pemerintah
Harga Emas Pegadaian 6 Juni 2026 Masih Stabil, Simak Rincian Galeri 24, Antam, dan UBS
Harga Emas Antam Hari Ini, 5 Juni 2026, Naik Rp11.000 per Gram
Purbaya Bantah Rumor Mundur dari Menkeu, Juga Tepis Isu Jadi Gubernur BI
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:00 WIB

Rupiah Berpeluang Menguat Hari Ini, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:05 WIB

SpaceX Kantongi Rp 1.339 Triliun dari IPO, Targetkan 100 Ribu Satelit

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:18 WIB

Harga Emas Mulai Turun, Apakah Investor Akan Beralih ke Bitcoin?

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:01 WIB

Purbaya Ungkap Alasan Rupiah Berpotensi Menguat pada Semester II 2026

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:02 WIB

Harga Pertamax Rp16.250 per Liter, DPR Prediksi Pengguna Beralih ke Pertalite

Berita Terbaru