WhatsApp Uji Coba Username, Pakar Soroti Risiko Penipuan Digital

- Jurnalis

Rabu, 8 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi AI

Ilustrasi AI

Kiniin.com – WhatsApp mulai menguji fitur reservasi username sebagai identitas baru bagi pengguna. Fitur yang dijadwalkan meluncur secara global pada akhir 2026 itu memungkinkan pengguna berkomunikasi tanpa perlu membagikan nomor telepon kepada orang lain.

Meta, sebagai perusahaan induk WhatsApp, menyebut pembaruan tersebut dapat meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Namun, sejumlah pakar keamanan siber dan regulator di India justru mengingatkan adanya potensi penyalahgunaan identitas yang dapat memicu berbagai modus penipuan digital.

India menjadi salah satu negara yang paling menyoroti kebijakan ini karena memiliki lebih dari 500 juta pengguna WhatsApp. Mereka khawatir fitur username justru membuka peluang bagi pelaku kejahatan untuk menyamar sebagai tokoh publik, instansi pemerintah, maupun perusahaan resmi.

Laporan TechCrunch pada Kamis (2/7/2026) mengungkap bahwa dalam tahap uji coba masih banyak username yang menyerupai nama tokoh terkenal dan lembaga publik yang dapat diklaim pengguna lain.

Beberapa contoh yang masih tersedia antara lain “indiamodi” yang merujuk Perdana Menteri India Narendra Modi, “shahrukh.actor”, “teamamitabh”, hingga “rbi_verify” yang mengarah pada Bank Sentral India.

Di sisi lain, pendiri Binance, Changpeng Zhao, juga menyampaikan keluhannya melalui platform X. Ia mengaku tidak dapat mendaftarkan username “cz_binance” meskipun identitas tersebut sangat lekat dengan dirinya.

Menanggapi temuan tersebut, Meta menyatakan telah mencadangkan serta memblokir sejumlah username milik tokoh publik dan instansi pemerintah guna mencegah penyalahgunaan. Meski demikian, perusahaan belum menjelaskan secara rinci mekanisme maupun kriteria yang digunakan untuk menyaring berbagai variasi nama yang berpotensi meniru identitas resmi.

Baca Juga :  OpenAI Ubah ChatGPT Jadi Asisten AI Pintar

Pemerintah India Minta Peluncuran Ditunda

Kekhawatiran terhadap potensi penyalahgunaan fitur itu mendorong Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India (Ministry of Electronics and Information Technology/MeitY) mengirimkan surat resmi kepada WhatsApp.

Kementerian menilai penggunaan username dapat meningkatkan risiko phishing, penipuan yang mengatasnamakan aparat, hingga bentuk kejahatan siber lainnya. Pelaku di nilai lebih mudah menyembunyikan identitas karena pengguna tidak lagi bergantung pada nomor telepon sebagai pengenal utama.

Atas pertimbangan tersebut, MeitY meminta WhatsApp menunda peluncuran fitur hingga proses konsultasi dengan pemerintah selesai di lakukan.

Namun, langkah pemerintah itu tidak lepas dari kritik. Internet Freedom Foundation (IFF) menilai permintaan penundaan tersebut belum memiliki landasan hukum yang memadai. Organisasi itu juga mengingatkan agar pemerintah tidak terlalu jauh mencampuri desain dan pengembangan produk milik platform digital.

Privasi Meningkat, Risiko Penyamaran Tetap Ada

CEO SocialProof Security sekaligus pakar keamanan siber, Rachel Tobac, menilai fitur username membawa manfaat sekaligus tantangan.

Menurutnya, penyembunyian nomor telepon dapat memberikan perlindungan lebih baik terhadap ancaman pembajakan kartu SIM atau SIM-swap. Namun, penggunaan nama pengguna yang mirip dengan identitas orang lain tetap berpotensi membingungkan pengguna dan di manfaatkan pelaku kejahatan.

Baca Juga :  Hutan Adat Lekuk Limapuluh Tumbi Jadi Terbaik Kedua di Jambi

“Penggunaan username merupakan langkah positif karena pengguna tidak perlu lagi membagikan nomor ponsel kepada orang asing. Namun, sistem verifikasi identitas tetap menjadi bagian yang sangat penting,” ujar Tobac.

Ia juga menyarankan pengguna memilih username yang unik dan tidak mudah di tebak agar lebih terlindungi dari spam maupun tindakan perundungan di ruang digital.

Mozilla Soroti Integrasi Identitas Meta

Selain persoalan keamanan, Mozilla Foundation turut menyoroti dampak integrasi identitas digital di dalam ekosistem Meta.

WhatsApp memungkinkan pengguna menggunakan username yang sama dengan akun Instagram maupun Facebook. Meta menyebut kebijakan tersebut bertujuan mempermudah proses verifikasi bagi kreator dan pelaku usaha.

Meski demikian, Mozilla menilai langkah itu semakin memperkuat keterkaitan identitas pengguna di seluruh layanan Meta. Pada saat yang sama, pengguna masih belum memiliki keleluasaan untuk memindahkan daftar kontak mereka ke platform pesan instan lain.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, WhatsApp menegaskan bahwa peluncuran fitur akan di lakukan secara bertahap. Dalam laman tanya jawab resminya, perusahaan menyatakan terus mengumpulkan berbagai masukan agar fitur username dapat berjalan dengan baik saat tersedia secara luas pada akhir tahun 2026. (fnr/*)

Berita Terkait

7 Penyebab Akun WhatsApp Diblokir Beserta Cara Menghindarinya
4 Skill Manusia yang Tak Bisa Digantikan AI dan Robot
Rekomendasi Generator AI untuk Bikin Video Berkualitas 2026
Cara Membuat Poster AI di Canva, Praktis untuk Pemula Tanpa Skill Desain
Indonesia Segera Punya Satelit Buatan Sendiri, BRIN Luncurkan NEO 1
Cara Ganti Nama WhatsApp Tanpa Hapus Chat, Begini Langkah Mudahnya
WhatsApp Hadirkan Fitur Username, Simak Cara Reservasi Nama Sebelum Dipakai Pengguna Lain
Harga iPhone 17 Series Naik Lagi di Indonesia Juli 2026, Cek Daftar Harga Terbaru
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:02

7 Penyebab Akun WhatsApp Diblokir Beserta Cara Menghindarinya

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:02

4 Skill Manusia yang Tak Bisa Digantikan AI dan Robot

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:02

Rekomendasi Generator AI untuk Bikin Video Berkualitas 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:02

Cara Membuat Poster AI di Canva, Praktis untuk Pemula Tanpa Skill Desain

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:02

Indonesia Segera Punya Satelit Buatan Sendiri, BRIN Luncurkan NEO 1

Berita Terbaru