Asesmen dalam Pembelajaran Mendalam: Cara Menilai Kemampuan Murid Secara Menyeluruh

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi guru melakukan asesmen dalam Pembelajaran Mendalam bersama peserta didik di ruang kelas (Foto: AI)

Ilustrasi guru melakukan asesmen dalam Pembelajaran Mendalam bersama peserta didik di ruang kelas (Foto: AI)

Kiniin.comPembelajaran Mendalam (PM) tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memastikan setiap murid benar-benar memahami, mampu menerapkan, dan merefleksikan pengetahuan yang di peroleh. Untuk mencapai tujuan tersebut, asesmen atau penilaian menjadi bagian penting dalam keseluruhan proses pembelajaran.

Asesmen merupakan proses mengumpulkan sekaligus mengolah informasi guna mengetahui kebutuhan belajar, perkembangan, serta capaian hasil belajar murid. Melalui asesmen, pendidik dapat menentukan langkah pembelajaran yang paling sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan setiap peserta didik.

Dalam pelaksanaannya, asesmen dapat menggunakan berbagai teknik maupun instrumen penilaian yang di sesuaikan dengan tujuan pembelajaran. Penilaian tidak lagi hanya berorientasi pada angka, tetapi menjadi sarana untuk membantu murid berkembang secara optimal.

Tiga Prinsip Asesmen

Pelaksanaan asesmen dalam Pembelajaran Mendalam mengacu pada tiga prinsip utama, yaitu berkeadilan, edukatif, dan objektif.

Prinsip berkeadilan menuntut pendidik memberikan penilaian tanpa di pengaruhi latar belakang, identitas, maupun kebutuhan khusus peserta didik. Setiap murid memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Prinsip edukatif menempatkan hasil asesmen sebagai umpan balik bagi guru, murid, dan orang tua. Informasi yang di peroleh dari penilaian di manfaatkan untuk memperbaiki proses pembelajaran sehingga hasil belajar dapat terus meningkat.

Sementara itu, prinsip objektif mengharuskan penilaian di dasarkan pada fakta dan bukti nyata mengenai perkembangan maupun capaian belajar peserta didik, bukan berdasarkan penilaian subjektif.

Asesmen Formatif dan Sumatif

Dalam Pembelajaran Mendalam, pengembangan asesmen di bagi menjadi dua bentuk, yaitu asesmen formatif dan asesmen sumatif.

Asesmen formatif menjadi bagian yang sangat penting karena di lakukan secara bertahap dan berkelanjutan selama proses pembelajaran berlangsung. Penilaian ini bertujuan memberikan umpan balik secara langsung sehingga guru dapat segera menyesuaikan strategi pembelajaran, sementara murid mengetahui bagian yang perlu di perbaiki.

Baca Juga :  SPMB Kota Jambi 2026 Libatkan Forkopimda, Perkuat Pengawasan Penerimaan Siswa Baru

Pelaksanaan asesmen formatif juga mempertimbangkan tiga pengalaman belajar dalam Pembelajaran Mendalam, yakni memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan. Ketiga tahapan tersebut membantu murid mencapai tingkat pemahaman yang lebih mendalam.

Berbeda dengan asesmen formatif, asesmen sumatif di laksanakan pada akhir pembelajaran untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran secara menyeluruh. Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, hasil asesmen sumatif menjadi salah satu dasar dalam menentukan kenaikan kelas maupun kelulusan peserta didik.

Mendorong Transferable Skills

Pembelajaran Mendalam tidak hanya menargetkan penguasaan materi, tetapi juga membentuk transferable skills, yaitu kemampuan menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam kehidupan nyata.

Melalui asesmen, guru dapat mengetahui sejauh mana tingkat kedalaman pemahaman yang telah di capai murid. Hasil penilaian tersebut kemudian menjadi dasar untuk merancang aktivitas belajar yang lebih menantang agar peserta didik mampu mencapai tingkat pemahaman yang lebih kompleks.

Selain itu, asesmen juga membantu guru memberikan umpan balik yang lebih tepat sasaran sesuai dengan level pemahaman masing-masing murid.

Peran Asesmen Formatif

Asesmen formatif di laksanakan pada dua tahap pembelajaran.

Pertama, asesmen di lakukan sebelum pembelajaran di mulai untuk mengetahui kesiapan murid dalam mempelajari materi yang akan di ajarkan. Informasi ini membantu guru menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kondisi awal peserta didik.

Baca Juga :  Purbaya Optimistis Harga Pertamax Kembali Turun

Kedua, asesmen di lakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Tujuannya untuk memantau perkembangan belajar murid sekaligus memberikan umpan balik secara cepat sehingga proses belajar dapat berjalan lebih efektif.

Fungsi Asesmen Sumatif

Asesmen sumatif berfungsi memastikan seluruh tujuan pembelajaran telah tercapai. Penilaian ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai hasil belajar yang di peroleh peserta didik setelah menyelesaikan suatu materi atau periode pembelajaran tertentu.

Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, hasil asesmen sumatif di manfaatkan sebagai salah satu dasar dalam menentukan kenaikan kelas serta kelulusan dari satuan pendidikan.

Menekankan Asesmen Autentik dan Holistik

Penerapan asesmen dalam Pembelajaran Mendalam menekankan dua pendekatan utama, yaitu asesmen autentik dan asesmen holistik.

Asesmen autentik menilai kemampuan murid melalui situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Penilaian tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga memperhatikan proses belajar dalam konteks yang nyata dan bermakna. Pendekatan ini digunakan untuk mengukur kompetensi seperti kemampuan memecahkan masalah, berpikir kritis, berpikir kreatif, berkolaborasi, dan berkomunikasi.

Sementara itu, asesmen holistik memandang perkembangan peserta didik secara utuh dengan mempertimbangkan aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara terpadu. Penilaian ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai perkembangan belajar setiap murid sehingga guru dapat menyusun tindak lanjut pembelajaran yang lebih tepat.

Dengan pendekatan tersebut, asesmen dalam Pembelajaran Mendalam tidak lagi dipandang sebagai alat untuk mengukur nilai semata, melainkan menjadi bagian penting dalam membantu setiap murid mencapai potensi terbaiknya melalui proses belajar yang bermakna, berkelanjutan, dan relevan dengan kehidupan nyata. (iim)

Berita Terkait

5 Fakta Universitas Republik Indonesia yang Perlu Diketahui Publik
Proses Pendidikan: Peran Pendidikan Formal dan Nonformal dalam Pembentukan Karakter
Universitas Republik Indonesia Hadir, Apa Keunggulannya Dibanding Kampus Lain?
Apa Bedanya Sekolah Nasional Terintegrasi, Sekolah Rakyat, dan SMA Unggul Garuda?
KDM Tegaskan SMA SMK Negeri Jabar Tetap Tanpa SPP
Kemenag Dapat Tambahan Rp5,7 Triliun, TPG Guru dan Dosen Segera Dibayarkan
Mendikdasmen Siapkan Pengangkatan Guru dan Pustakawan, Skema Rekrutmen Segera Diumumkan
Cara Aktivasi Rekening SimPel PIP 2026, Simak Syarat, Langkah, dan Besaran Dana Bantuan
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:02

5 Fakta Universitas Republik Indonesia yang Perlu Diketahui Publik

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:12

Proses Pendidikan: Peran Pendidikan Formal dan Nonformal dalam Pembentukan Karakter

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:04

Universitas Republik Indonesia Hadir, Apa Keunggulannya Dibanding Kampus Lain?

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:02

Apa Bedanya Sekolah Nasional Terintegrasi, Sekolah Rakyat, dan SMA Unggul Garuda?

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:02

KDM Tegaskan SMA SMK Negeri Jabar Tetap Tanpa SPP

Berita Terbaru