Potensi Ekonomi Digital Indonesia Didukung AI Capai Rp66 Triliun

Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) diproyeksikan mendorong ekonomi digital Indonesia hingga Rp66 triliun, sekaligus memperkuat industri kreatif dan membuka peluang ekspor konten ke pasar global.

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Potensi Ekonomi Digital Indonesia Didukung AI Capai Rp66 Triliun (Foto: AI)

Potensi Ekonomi Digital Indonesia Didukung AI Capai Rp66 Triliun (Foto: AI)

Kiniin.com Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) berpotensi memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Jika adopsinya berjalan optimal, teknologi ini di proyeksikan mampu menciptakan nilai ekonomi hingga Rp66 triliun, terutama melalui sektor ekonomi kreatif dan perluasan pasar ekspor.

Proyeksi tersebut di sampaikan Director Asia Pacific Robertsbridge (Public First), Adrian Suharto, dalam acara “Google & YouTube Ekonomi Kreatif” di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2026). Menurutnya, Indonesia telah menunjukkan pertumbuhan ekonomi digital yang kuat dan kini memasuki fase penting untuk meningkatkan daya saing di tingkat global.

“Kita lihat babak selanjutnya akan menjadi krusial, bagaimana kita menggunakan ini untuk melampaui negara menengah dan beyond,” ujar Adrian.

ekonomi digital Indonesia
Pemanfaatan dan adopsi AI dalam ekonomi digital diproyeksikan mampu mencetak Rp 66 triliun. (Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET)

Pekerjaan Kreatif Menjadi Kontributor Terbesar

Adrian menjelaskan, dari total potensi ekonomi berbasis AI sebesar Rp66 triliun, sekitar Rp48 triliun berasal dari aktivitas kreatif yang di lakukan dalam pekerjaan sehari-hari.

Pemanfaatan AI di nilai mampu meningkatkan efisiensi proses produksi konten, mempercepat penyelesaian pekerjaan, sekaligus memperluas jangkauan audiens. Teknologi tersebut dapat di manfaatkan oleh kreator media sosial, pelaku industri desain, hingga berbagai profesi kreatif lainnya.

“Misalnya seperti kita yang berusaha di sosial media, perusahaan misalnya desain, atau mungkin yang di produksi sehari-hari. Yang berarti media ini membuat perjalanan lebih cepat, mengenai waktu, dan lebih baik, dan lebih me-reach out ke audiens yang lebih banyak. Sedangkan yang profesional AI, kita lihat terhadap profesi pertumbuhan Rp12 triliun,” jelas Adrian.

Baca Juga :  Purbaya Pastikan Ekonomi RI Tetap Kuat, MBG dan Kopdes Merah Putih Terus Dievaluasi

Selain mendukung pekerjaan kreatif harian, penggunaan AI pada profesi profesional di perkirakan menyumbang nilai ekonomi sekitar Rp12 triliun.

Peluang Ekspor Konten Semakin Besar

Tidak hanya berdampak di pasar domestik, AI juga membuka peluang baru bagi ekspor industri kreatif Indonesia. Berdasarkan hasil pemodelan yang di paparkan Adrian, potensi ekspor konten berbasis AI di perkirakan mencapai Rp6,7 triliun.

Menurutnya, kualitas konten kreatif Indonesia memiliki daya saing yang tinggi sehingga berpeluang menjangkau pasar internasional lebih luas.

“Potensi ekspor kita itu bisa sampai, kita melakukan modeling, sekitar Rp6,7 triliun, karena banyak sekali konten-konten Indonesia itu yang cukup bagus, cukup bermanfaat,” katanya.

Dukungan AI memungkinkan proses kreasi dan pelokalan konten menjadi lebih cepat melalui otomatisasi pembuatan subtitle, sulih suara, penerjemahan, hingga penyesuaian format untuk berbagai negara. Dengan kemampuan tersebut, kreator Indonesia dapat menjangkau audiens global secara lebih efisien.

Secara tahunan, proses kreasi dan pelokalan berbasis AI di perkirakan mampu menghasilkan sekitar USD410 juta, sekaligus memperkuat daya saing industri kreatif nasional di pasar internasional.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Hujan Ringan hingga Lebat Guyur Kerinci dan Sungai Penuh pada Sore hingga Malam Hari

Pasar Global Berikan Nilai Ekonomi Lebih Tinggi

Data yang di paparkan dalam laporan tersebut menunjukkan Indonesia memiliki fondasi digital yang kuat. Tercatat terdapat 1,2 miliar unduhan aplikasi di pasar domestik, sementara unduhan dari luar negeri menyumbang 36 persen dari total keseluruhan.

Menariknya, pasar internasional menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar di bandingkan pasar domestik. Pendapatan dari luar negeri mencapai sekitar Rp400 miliar, sedangkan pasar dalam negeri menghasilkan sekitar Rp370 miliar.

Selain itu, pendapatan per unduhan di pasar global juga lebih tinggi, yakni sekitar Rp580 miliar, di bandingkan Rp300 miliar di pasar domestik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa adaptasi lokal berbasis AI berpotensi meningkatkan nilai ekspor sekaligus memperluas jangkauan produk digital Indonesia.

Adrian menilai temuan tersebut memperlihatkan besarnya peluang Indonesia untuk memperkuat posisi di industri kreatif global melalui pemanfaatan teknologi AI.

“Seperti yang di bilang sebelumnya, ini bisa menjadi bidak Indonesia menjadi lebih internasional. Jadi secara umum, memang kita lihat laporan ini menunjukkan bahwa potensi kreativitas yang sangat besar,” pungkasnya.

Penulis : fnr/*

Editor : iim

Sumber Berita: detikinet

Berita Terkait

Rumah Kosong Sebaiknya Dijual atau Disewakan?
Purbaya Pastikan Ekonomi RI Tetap Kuat, MBG dan Kopdes Merah Putih Terus Dievaluasi
Kabar Baik! Pengemudi Ojol Kini Bisa Punya Rumah Subsidi Tanpa DP
Purbaya Optimistis Harga Pertamax Kembali Turun
Paket Stimulus Rp26,34 Triliun Meluncur, Pemerintah Beri Insentif Pajak hingga Bantuan Beras
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 18 Juni 2026 Naik, Cek Daftar Harga Terbaru
Rupiah Berpeluang Menguat Hari Ini, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong
SpaceX Kantongi Rp 1.339 Triliun dari IPO, Targetkan 100 Ribu Satelit
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:02

Potensi Ekonomi Digital Indonesia Didukung AI Capai Rp66 Triliun

Minggu, 5 Juli 2026 - 10:04

Rumah Kosong Sebaiknya Dijual atau Disewakan?

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:04

Purbaya Pastikan Ekonomi RI Tetap Kuat, MBG dan Kopdes Merah Putih Terus Dievaluasi

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:02

Kabar Baik! Pengemudi Ojol Kini Bisa Punya Rumah Subsidi Tanpa DP

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:00

Purbaya Optimistis Harga Pertamax Kembali Turun

Berita Terbaru