Kejagung Tak Sita Ribuan Motor Listrik Program MBG

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Motor listrik buat program MBG. (Foto: Rifkianto Nugroho/detik)

Motor listrik buat program MBG. (Foto: Rifkianto Nugroho/detik)

Kiniin.com – Kejaksaan Agung memastikan ribuan sepeda motor listrik yang masuk dalam pengadaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dapat di gunakan untuk mendukung program tersebut. Meski pengadaannya masuk dalam penyidikan dugaan korupsi, penyidik tidak akan menyita seluruh kendaraan yang tersedia.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan penyidik hanya membutuhkan barang dan dokumen yang berkaitan langsung dengan proses pengadaan sebagai alat pembuktian dalam perkara.

“Barang yang menjadi objek pengadaan tidak harus seluruhnya di jadikan barang bukti,” kata Syarief kepada wartawan, Jumat (12/6/2026).

Menurut dia, motor listrik tersebut memiliki fungsi penting sebagai sarana pendukung pelaksanaan program pemerintah. Karena itu, penyidik tidak melihat kebutuhan untuk mengambil seluruh unit kendaraan yang telah di adakan.

Baca Juga :  Pengelolaan ASN Harus Menyesuaikan Kemampuan Keuangan Daerah

“Kami tidak akan menyita seluruh sepeda motor listrik tersebut. Yang kami perlukan adalah jejak dan dokumen yang berkaitan dengan proses pengadaannya,” ujarnya.

Untuk mempercepat penyaluran kendaraan yang masih tertahan, Kejagung akan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Langkah ini di lakukan agar distribusi motor listrik kepada penerima manfaat dapat segera berjalan sesuai rencana.

“Kami akan bekerja sama dengan BGN untuk mendorong percepatan distribusi motor-motor tersebut,” kata Syarief.

Sebagian Besar Motor Masih di Gudang

Syarief mengungkapkan sebagian besar motor listrik hasil pengadaan hingga kini masih berada di sejumlah gudang penyimpanan. Baru sebagian kecil kendaraan yang sudah dikirim ke lokasi penerima manfaat.

Baca Juga :  Apa Itu Tunagrahita? Kenali Klasifikasi dan Dukungan yang Dibutuhkan

“Hingga sekarang sebagian besar motor masih berada di gudang. Baru sebagian kecil yang telah sampai ke lokasi tujuan, baik di masyarakat maupun di dapur-dapur yang menjadi bagian dari program tersebut,” tuturnya.

Kondisi tersebut menunjukkan proses distribusi belum berjalan optimal. Kejagung berharap koordinasi dengan BGN dapat mempercepat penyaluran kendaraan sehingga motor listrik yang telah di adakan bisa segera di manfaatkan untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah. (fnr/*)

Berita Terkait

5 Fakta Universitas Republik Indonesia yang Perlu Diketahui Publik
Harga Pertalite Tetap Stabil Meski Minyak Dunia Tembus US$100
Berapa Uang Saku Peserta Magang Nasional 2026? Cek Besaran di Setiap Provinsi
Cara Membuat Akun SIAPkerja untuk Daftar Magang Nasional 2026, Ini Langkah-Lengkapnya
Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka 15 Juli, Fresh Graduate Berpeluang Dapat Upah Setara UMP
Cara Cek PKH tahap 3 2026 Online Lewat Website dan Aplikasi, Pakai NIK KTP
Tarik Sebelum Hangus! Pencairan PKH dan BPNT Susulan Tahap II Tinggal Dua Hari Lagi
Bahlil Ungkap Alasan Pemerintah Luncurkan Biodiesel B50 pada 2026, Indonesia Stop Impor Solar
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:02

5 Fakta Universitas Republik Indonesia yang Perlu Diketahui Publik

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:02

Harga Pertalite Tetap Stabil Meski Minyak Dunia Tembus US$100

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:02

Berapa Uang Saku Peserta Magang Nasional 2026? Cek Besaran di Setiap Provinsi

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:02

Cara Membuat Akun SIAPkerja untuk Daftar Magang Nasional 2026, Ini Langkah-Lengkapnya

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:02

Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka 15 Juli, Fresh Graduate Berpeluang Dapat Upah Setara UMP

Berita Terbaru