Kiniin.com – Kemudahan berbelanja lewat platform online membuat banyak pemilik kendaraan memilih membeli suku cadang dan pelumas dari internet. Salah satu produk yang paling sering di buru ialah oli mesin karena harganya kerap jauh lebih murah di bandingkan toko resmi atau bengkel.
Meski terlihat menguntungkan, konsumen perlu lebih berhati-hati. Harga yang terlalu rendah bisa menjadi tanda adanya produk palsu yang beredar di pasaran. Peredaran oli palsu di berbagai marketplace masih menjadi persoalan karena kemasannya semakin sulit di bedakan dari produk asli.
Kamal, pemilik Bengkel Kafka di Bogor, mengingatkan pemilik mobil agar tidak sembarangan membeli oli dari toko online yang tidak jelas kredibilitasnya. Menurut dia, kemasan oli palsu saat ini di buat sangat mirip dengan produk asli sehingga berpotensi mengecoh konsumen.
“Yang penting olinya jangan sampai palsu dan jangan beli online,” kata Kamal kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.
Kamal mengaku selalu melakukan pemeriksaan secara detail ketika pelanggan membawa oli yang di beli sendiri. Ia tidak langsung menggunakan pelumas tersebut sebelum memastikan keasliannya.
Untuk memverifikasi produk, Kamal membandingkan kemasan oli dengan berbagai referensi yang tersedia di internet. Ia mempelajari ciri-ciri oli palsu melalui video dan informasi dari berbagai sumber sebelum mengambil keputusan.
“Kalau mereka bawa sendiri, saya teliti banget. Saya cek, amati, benar-benar buka YouTube, buka Google, ciri-ciri oli merek ini yang palsu seperti apa. Kalau sudah ketahuan dan saya yakin itu palsu, tentu tidak saya gunakan,” ujarnya.
Menurut Kamal, dampak penggunaan oli palsu jauh lebih serius di bandingkan keterlambatan melakukan perawatan ringan. Jika servis seperti tune up atau carbon clean terlambat di lakukan, biasanya performa kendaraan hanya menurun secara bertahap atau konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.
Sebaliknya, oli palsu dapat merusak komponen internal mesin dalam waktu yang relatif singkat. Pelumas memiliki peran penting untuk mengurangi gesekan antarlogam yang bekerja di dalam mesin. Ketika kualitas oli tidak sesuai standar, perlindungan terhadap komponen mesin ikut berkurang.
“Yang bikin mobil rusak dan mogok adalah oli. Bikin mesin jebol itu oli. Benar-benar jantungnya mobil kalau oli itu,” kata Kamal.
Karena itu, pemilik kendaraan di sarankan membeli oli dari bengkel resmi, distributor terpercaya, atau toko yang memiliki rekam jejak penjualan yang jelas. Langkah tersebut dapat mengurangi risiko mendapatkan produk palsu yang berpotensi menyebabkan kerusakan mesin dan biaya perbaikan yang jauh lebih besar. (fnr/*)










Komentar