Kiniin.com, Kerinci – Prosesi Nyerau dan Mendingin Negroi kembali menghidupkan kearifan lokal masyarakat Lima Desa Tanjung Pauh Mudik, Kabupaten Kerinci. Dua tradisi adat yang telah di wariskan secara turun-temurun ini menjadi penanda di mulainya rangkaian Kenduri Sko 2026 yang akan mencapai puncaknya pada Minggu, 5 Juli 2026.
Melalui prosesi tersebut, para depati dan ninik mamak juga mengingatkan warga agar tidak menyelenggarakan kegiatan lain selama pelaksanaan Kenduri Sko. Ajakan itu menjadi bentuk penghormatan terhadap adat istiadat yang telah di jaga oleh para leluhur sejak dahulu.
Rombongan pemangku adat bergerak dari satu kampung ke kampung lainnya dengan tertib dan penuh khidmat. Kehadiran mereka menjadi penanda bahwa pesta adat terbesar masyarakat Lima Desa Tanjung Pauh Mudik segera di mulai. Tradisi Nyerau sekaligus menunjukkan eratnya hubungan antara pemimpin adat dan masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya Kerinci.
Selain Nyerau, masyarakat juga melaksanakan prosesi Mendingin Negroi atau mendinginkan negeri setelah Sholat Jumat pada hari yang sama. Ritual sakral tersebut menjadi doa bersama agar seluruh rangkaian Kenduri Sko berlangsung aman, damai, dan mendapat keberkahan.
Prosesi di awali ketika anak betino memohon izin kepada para pemangku adat, di antaranya Depati Anum, Rio Perang, serta ninik mamak lainnya, untuk melaksanakan ritual tersebut. Setelah memperoleh izin, mereka menyiramkan air yang telah di campur dengan berbagai jenis tumbuhan pilihan. Masyarakat meyakini ramuan itu secara turun-temurun membawa kesejukan, kedamaian, serta keselamatan bagi negeri dan seluruh warganya.

Bagi masyarakat Kerinci, Mendingin Negroi memiliki makna yang lebih dari sekadar rangkaian simbolik. Ritual ini menjadi ungkapan harapan agar segala bentuk perselisihan, marabahaya, maupun gangguan yang dapat menghambat pelaksanaan Kenduri Sko dapat di jauhkan. Sebaliknya, persatuan, ketenteraman, dan keberkahan di harapkan menyertai seluruh prosesi adat.
Puncak Kenduri Sko akan berlangsung pada Minggu, 5 Juli 2026. Ribuan masyarakat di perkirakan hadir untuk mengikuti pesta adat yang menjadi ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, hasil panen, serta kehidupan yang makmur dan sejahtera.
Bagi masyarakat Lima Desa Tanjung Pauh Mudik, Kenduri Sko tidak hanya menjadi perayaan adat. Tradisi ini juga mempererat tali persaudaraan, memperkuat jati diri budaya, dan menjadi sarana mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi muda. Di tengah perubahan zaman, masyarakat terus menjaga warisan tersebut agar tetap lestari dan menjadi kebanggaan Kabupaten Kerinci. (fnr/*)










Komentar