Jangan Menunggu Sakit, Dokter Gigi Ungkap Risiko Menunda Pemeriksaan Gigi

Keluhan ringan seperti gigi ngilu, gusi berdarah, atau bau mulut bisa menjadi tanda awal masalah yang lebih serius jika tidak segera diperiksakan.

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter Gigi (Foto: unsplash/@hikeshaw)

Dokter Gigi (Foto: unsplash/@hikeshaw)

Kiniin.com – Banyak orang baru datang ke dokter gigi setelah rasa sakit muncul atau kondisi gigi sudah memburuk. Padahal, langkah tersebut sering kali membuat masalah menjadi lebih sulit ditangani dibandingkan saat masih berada pada tahap awal.

Karang gigi, plak, atau lubang kecil pada gigi sering muncul tanpa gejala yang mengganggu. Karena tidak menimbulkan rasa sakit, banyak orang memilih mengabaikannya. Padahal, masalah yang tampak ringan itu dapat berkembang menjadi infeksi, kerusakan gigi yang lebih luas, bahkan memengaruhi kesehatan tubuh secara umum.

Selain berdampak pada kesehatan, keterlambatan pemeriksaan juga sering berujung pada biaya perawatan yang lebih besar. Karena itu, dokter gigi menyarankan masyarakat melakukan kontrol rutin meski tidak merasakan keluhan apa pun.

Dokter gigi Rahmat Agung menjelaskan, pemeriksaan berkala menjadi cara paling efektif untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut sekaligus mencegah masalah yang lebih serius.

Menunda Pemeriksaan Membuat Perawatan Lebih Rumit

Rahmat Agung mengatakan masih banyak pasien yang datang ketika kondisi gigi sudah cukup parah. Menurutnya, kebiasaan tersebut membuat proses penanganan menjadi lebih panjang dan kompleks.

“Sebenarnya ke dokter gigi jangan menunggu parah, karena jika menunggu parah maka perawatannya akan lebih kompleks,” kata Rahmat.

Ia menjelaskan, sebagian besar gangguan gigi berawal dari masalah sederhana, seperti plak, karang gigi, atau lubang kecil yang belum menimbulkan rasa nyeri. Pada tahap awal, dokter biasanya dapat menangani kondisi tersebut dengan tindakan yang relatif sederhana dan biaya yang lebih terjangkau.

Baca Juga :  Timnas U19 Indonesia Menang 3-0 atas Myanmar, Nova Arianto Tetap Soroti Evaluasi Tim

Sebaliknya, ketika infeksi sudah menyebar atau kerusakan gigi semakin dalam, pasien mungkin memerlukan perawatan saluran akar hingga pencabutan gigi. Prosedur tersebut tentu membutuhkan waktu lebih lama dan biaya yang lebih besar.

Karena itu, Rahmat mendorong masyarakat untuk tidak menjadikan rasa sakit sebagai alasan utama datang ke dokter gigi. Pemeriksaan rutin setiap enam bulan membantu menemukan masalah lebih cepat sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Jangan Abaikan Keluhan Sekecil Apa Pun

Rahmat yang berpraktik di Surya Dental Temanggung dan Magelang juga mengingatkan pentingnya memperhatikan setiap perubahan yang terjadi di rongga mulut.

“Jadi sekecil apa pun masalah dalam rongga mulut harus segera diperiksakan ke dokter gigi,” ujarnya.

Menurut dia, banyak orang menganggap gigi ngilu, bau mulut, atau gusi berdarah sebagai masalah biasa. Padahal, gejala tersebut sering menjadi tanda awal gangguan kesehatan gigi dan mulut.

Ia kerap menemukan pasien yang datang setelah kondisi memburuk karena sebelumnya mengabaikan keluhan ringan. Akibatnya, penanganan yang dibutuhkan menjadi lebih banyak dibandingkan jika pemeriksaan dilakukan sejak awal.

Baca Juga :  9 Manfaat Jus Wortel Campur Nanas untuk Kesehatan, Bantu Jaga Imunitas hingga Lancarkan Pencernaan

Rahmat menilai pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Saat dokter menemukan masalah lebih cepat, pasien memiliki peluang lebih besar untuk menghindari tindakan medis yang rumit dan memakan biaya tinggi.

Kontrol ke Dokter Gigi Minimal Setiap Enam Bulan

Rahmat menegaskan bahwa pemeriksaan gigi tidak perlu menunggu munculnya keluhan.

“Bahkan jika tidak ada keluhan pun harusnya kita diwajibkan buat kontrol ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali,” katanya.

Menurut dia, banyak masalah gigi berkembang perlahan tanpa gejala yang jelas. Lubang kecil, penumpukan plak, maupun karang gigi sering tidak menimbulkan rasa sakit pada tahap awal sehingga luput dari perhatian.

Melalui pemeriksaan rutin setiap enam bulan, dokter dapat memantau kondisi gigi dan mulut secara menyeluruh. Jika menemukan tanda-tanda gangguan, dokter bisa segera memberikan penanganan sebelum masalah berkembang lebih jauh.

Selain pemeriksaan, pasien biasanya juga mendapatkan pembersihan gigi profesional serta edukasi mengenai cara menjaga kebersihan rongga mulut yang benar. Kebiasaan kontrol secara berkala membantu menekan risiko penyakit gigi dan gusi sekaligus mengurangi kemungkinan menjalani perawatan yang lebih berat di masa mendatang. (fnr/*)

Berita Terkait

Jangan Anggap Sepele, Tumbler yang Jarang Dicuci Bisa Jadi Sarang Bakteri
BPJS Kesehatan Tegaskan Surat Kontrol Bukan Aturan Baru, Peserta JKN Minta Sosialisasi Lebih Luas
9 Manfaat Jus Wortel Campur Nanas untuk Kesehatan, Bantu Jaga Imunitas hingga Lancarkan Pencernaan
Rahasia Awet Muda untuk Pria, Mulai dari Perawatan Diri hingga Gaya Hidup Sehat
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:05 WIB

Jangan Anggap Sepele, Tumbler yang Jarang Dicuci Bisa Jadi Sarang Bakteri

Senin, 8 Juni 2026 - 15:08 WIB

Jangan Menunggu Sakit, Dokter Gigi Ungkap Risiko Menunda Pemeriksaan Gigi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:00 WIB

BPJS Kesehatan Tegaskan Surat Kontrol Bukan Aturan Baru, Peserta JKN Minta Sosialisasi Lebih Luas

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:00 WIB

9 Manfaat Jus Wortel Campur Nanas untuk Kesehatan, Bantu Jaga Imunitas hingga Lancarkan Pencernaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:00 WIB

Rahasia Awet Muda untuk Pria, Mulai dari Perawatan Diri hingga Gaya Hidup Sehat

Berita Terbaru

Ilustrasi baterai smartphone cepat habis (Foto: iStockphoto/Prykhodov)

Gadget

Baterai Smartphone Cepat Habis? Coba 7 Cara Ini

Sabtu, 13 Jun 2026 - 11:07 WIB

Motor listrik buat program MBG. (Foto: Rifkianto Nugroho/detik)

Nasional

Kejagung Tak Sita Ribuan Motor Listrik Program MBG

Sabtu, 13 Jun 2026 - 07:02 WIB