Danantara Kurangi BUMN dari 1.077 Jadi 200 Perusahaan

- Jurnalis

Minggu, 14 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. (Foto: BP BUMN)

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. (Foto: BP BUMN)

Kiniin.com – Danantara terus melanjutkan langkah transformasi besar di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Salah satu agenda utama yang di jalankan adalah mengurangi jumlah entitas usaha dari 1.077 perusahaan menjadi sekitar 200 hingga 300 perusahaan.

Kebijakan tersebut di tempuh untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi jumlah perusahaan yang mengalami kerugian, serta memperkuat daya saing BUMN di berbagai sektor usaha.

Meski jumlah perusahaan akan berkurang secara signifikan, Danantara menegaskan proses konsolidasi tidak akan di sertai pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan program perampingan atau streamlining BUMN masih berlangsung dan di targetkan selesai pada 2026. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar proses transformasi tetap memperhatikan nasib para pekerja.

“Pastinya Bapak Presiden tidak ingin ada PHK,” kata Dony, Sabtu (13/6/2026).

Menurut Dony, jumlah entitas BUMN yang saat ini mencapai 1.077 perusahaan di nilai terlalu besar. Selain itu, tidak semua perusahaan mampu beroperasi secara optimal. Dari keseluruhan entitas tersebut, sekitar 52 persen tercatat mengalami kerugian.

Kerugian yang di tanggung perusahaan-perusahaan tersebut bahkan mencapai sekitar Rp20 triliun secara akumulatif.

Untuk mengatasi persoalan itu, Danantara memilih menggabungkan perusahaan-perusahaan yang memiliki keterkaitan rantai bisnis. Langkah tersebut di harapkan mampu menciptakan organisasi yang lebih fokus, efisien, dan memiliki struktur usaha yang lebih sederhana.

Baca Juga :  Harga Pertamax Rp16.250 per Liter, DPR Prediksi Pengguna Beralih ke Pertalite

Dony memastikan seluruh pekerja tetap di pertahankan dan akan di tempatkan pada perusahaan hasil penggabungan.

Efisiensi Lebih Besar dari Biaya Tenaga Kerja

Dony mengungkapkan pihaknya telah menghitung dampak finansial apabila seluruh tenaga kerja tetap di pertahankan selama proses restrukturisasi berlangsung.

Berdasarkan perhitungan tersebut, biaya tenaga kerja per tahun hanya berkisar Rp2 triliun hingga Rp3 triliun. Nilai itu jauh lebih kecil di bandingkan potensi penghematan yang dapat di peroleh dari konsolidasi perusahaan.

“Kita hitung, kalau dari perusahaan-perusahaan yang kita streamlining ini, berapa sih biaya tenaga kerjanya setahun? Ternyata cuma Rp2–3 triliun,” ujarnya.

Ia menilai tidak ada alasan untuk melakukan PHK karena efisiensi yang di hasilkan jauh lebih besar.

“Jadi saya berpikir, kalau gitu saya ambil saja semua karyawannya, saya masih hemat Rp47 triliun,” kata Dony.

Menurutnya, pekerja tidak seharusnya menanggung konsekuensi dari restrukturisasi korporasi yang di lakukan pemerintah.

“Seluruh karyawan tidak akan ada yang kita kurangi. Mereka akan menjadi bagian dari perusahaan-perusahaan hasil konsolidasi. Karena tadi pemikiran kita, kita tidak mau juga menzalimi karyawan. Karena itu kan bukan salah mereka,” ujarnya.

Selain menjaga lapangan pekerjaan, konsolidasi juga di harapkan membuat organisasi lebih ramping sehingga proses pengambilan keputusan bisnis dapat berlangsung lebih cepat.

Baca Juga :  Massa Aksi di DPRD Jambi Minta Program MBG Tetap Berlanjut

Transaksi Berlapis Dinilai Picu Inefisiensi

Dony menjelaskan, salah satu alasan utama di lakukannya perampingan BUMN adalah banyaknya praktik transaksi berlapis antara perusahaan induk, anak usaha, hingga entitas di bawahnya.

Menurut dia, pola tersebut selama ini menimbulkan biaya tambahan yang cukup besar dan mengurangi efisiensi operasional perusahaan.

“Selama ini kita membiasakan layering transaction antara induk ke anak-anak, ke cucu-cucu, ke cicit, yang menyebabkan inefisiensi. Kurang lebih inefisiensinya itu Rp30 triliun,” katanya.

Sebagai bagian dari upaya perbaikan, Danantara telah menggabungkan sejumlah entitas di lingkungan Pertamina yang memiliki keterkaitan bisnis, seperti Pertamina Patra Niaga, Kilang Pertamina Internasional, dan Pertamina International Shipping (PIS).

Dony menyebut langkah tersebut langsung memberikan dampak positif terhadap efisiensi perusahaan.

“Contoh pertama, kita merger sekarang, kita sudah menghemat kurang lebih sekitar US$600–700 juta dari hasil merger ini,” ujarnya.

Kondisi serupa juga di temukan di lingkungan Telkom Group. Sejumlah proyek harus melewati beberapa lapisan perusahaan sebelum di jalankan, sehingga memunculkan biaya tambahan yang sebenarnya dapat di hindari.

Melalui konsolidasi, Danantara berharap struktur bisnis BUMN menjadi lebih sederhana, efisien, dan mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi negara. (fnr/*)

Berita Terkait

5 Fakta Universitas Republik Indonesia yang Perlu Diketahui Publik
Harga Pertalite Tetap Stabil Meski Minyak Dunia Tembus US$100
Berapa Uang Saku Peserta Magang Nasional 2026? Cek Besaran di Setiap Provinsi
Cara Membuat Akun SIAPkerja untuk Daftar Magang Nasional 2026, Ini Langkah-Lengkapnya
Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka 15 Juli, Fresh Graduate Berpeluang Dapat Upah Setara UMP
Cara Cek PKH tahap 3 2026 Online Lewat Website dan Aplikasi, Pakai NIK KTP
Tarik Sebelum Hangus! Pencairan PKH dan BPNT Susulan Tahap II Tinggal Dua Hari Lagi
Bahlil Ungkap Alasan Pemerintah Luncurkan Biodiesel B50 pada 2026, Indonesia Stop Impor Solar
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:02

5 Fakta Universitas Republik Indonesia yang Perlu Diketahui Publik

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:02

Harga Pertalite Tetap Stabil Meski Minyak Dunia Tembus US$100

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:02

Berapa Uang Saku Peserta Magang Nasional 2026? Cek Besaran di Setiap Provinsi

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:02

Cara Membuat Akun SIAPkerja untuk Daftar Magang Nasional 2026, Ini Langkah-Lengkapnya

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:02

Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka 15 Juli, Fresh Graduate Berpeluang Dapat Upah Setara UMP

Berita Terbaru