Kiniin.com – Mata atau indera penglihatan merupakan salah satu indera yang sangat penting bagi manusia dan berguna untuk menerima rangsangan cahaya. Di bandingkan dengan indera yang lain, penglihatan memiliki jangkauan yang luas untuk melihat atau mengamati objek, yang secara bersamaan dapat memperoleh banyak informasi seperti warna objek, ukuran objek, jarak, permukaan, dan informasi lainnya.
Mengenal dan memahami proses penglihatan serta bagian-bagian struktur mata yang pokok akan sangat membantu guru, orang tua, serta profesi lainnya yang bekerja dalam pelayanan bagi anak penyandang gangguan penglihatan atau tunanetra. Pemahaman tersebut di perlukan untuk mengetahui fungsi penglihatan, berbagai kelainan penglihatan, serta implikasinya dalam menolong dan membimbing penyandang gangguan penglihatan.
Dampak Kehilangan Indera Penglihatan
Kehilangan indera penglihatan berarti kehilangan saluran informasi visual. Sebagai akibatnya, seseorang akan kekurangan bahkan kehilangan informasi yang bersifat visual. Oleh karena itu, anak penyandang gangguan penglihatan harus mengoptimalkan penggunaan indera lainnya, seperti indera peraba, indera pendengaran, dan indera penciuman.
Pengertian dan Klasifikasi Tunanetra
Anak penyandang gangguan penglihatan atau sering di sebut anak tunanetra merupakan anak yang mengalami gangguan pada fungsi mata. Gangguan fungsi mata dapat terjadi sejak lahir maupun ketika anak sudah beranjak besar, yang di sebabkan oleh faktor penyakit, virus, ataupun kecelakaan yang mengganggu saraf mata.
Tunanetra memiliki beberapa klasifikasi, yaitu tunanetra total (blind) dan tunanetra yang masih memiliki sisa penglihatan (low vision).
Pengembangan Keterampilan Komunikasi Melalui Braille
Untuk meningkatkan potensi anak penyandang gangguan penglihatan atau tunanetra, perlu di kembangkan keterampilan komunikasi melalui membaca, menulis, berbicara, dan menyimak. Dalam kegiatan membaca dan menulis, penyandang gangguan penglihatan menggunakan tulisan Braille.
Tulisan Braille merupakan sistem tulisan yang terdiri atas enam titik timbul yang dapat di raba oleh jari-jari anak tunanetra. Membaca dan menulis huruf Braille membutuhkan waktu dan ruang yang lebih banyak di bandingkan dengan huruf cetak. Oleh karena itu, dalam mengajarkan huruf Braille di perlukan perhatian khusus serta kemampuan intelektual yang memadai, karena pemahaman terhadap huruf Braille membutuhkan kemampuan persepsi ruang.
Pentingnya Orientasi dan Mobilitas bagi Anak Tunanetra
Pengembangan kemandirian anak tunanetra dapat di latih melalui keterampilan orientasi dan mobilitas (OM). Orientasi adalah kemampuan seseorang untuk mengenali lingkungan, baik secara ruang maupun waktu. Sementara itu, mobilitas adalah kemampuan seseorang untuk bergerak atau berpindah tempat dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Orientasi dan mobilitas merupakan dua keterampilan yang saling berkaitan. Orientasi yang baik akan mendukung mobilitas yang efektif, sehingga seseorang dapat bergerak dengan aman dan mandiri.
Tujuan dan Manfaat Latihan Orientasi Mobilitas
Orientasi dan mobilitas sangat berguna untuk meningkatkan kemandirian anak yang mengalami gangguan penglihatan. Tujuannya adalah agar penyandang tunanetra dapat bergerak secara efektif dan efisien dalam suatu lingkungan.
Keselamatan penyandang gangguan penglihatan dalam memasuki dan beraktivitas di lingkungan dapat di optimalkan melalui keterampilan orientasi dan mobilitas yang meliputi latihan sensori, pengembangan konsep, pengembangan motorik, keterampilan orientasi formal, dan keterampilan mobilitas formal. (iim)










Komentar