Kiniin.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan rencana pemerintah untuk mengangkat tenaga pustakawan di sekolah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan tenaga kependidikan yang hingga kini masih belum terpenuhi di berbagai daerah.
Pernyataan itu disampaikan Mu’ti saat menghadiri Peluncuran Pelatihan Mandiri Pembelajaran Mendalam dan Koding Kecerdasan Artifisial bagi guru dan tenaga kependidikan di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) DKI Jakarta, Jakarta Selatan, Kamis (9/7).
Menurut Mu’ti, keberadaan pustakawan memiliki peran penting dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Karena itu, pemerintah mulai menyusun skema khusus untuk pengangkatan tenaga pustakawan.
“Kami sedang merancang pengangkatan pustakawan sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan,” kata Mu’ti.
Ia juga menyoroti anggapan yang selama ini berkembang di sejumlah sekolah, yakni menempatkan guru yang kekurangan jam mengajar sebagai pustakawan. Menurutnya, pandangan tersebut perlu diubah karena tugas pustakawan memerlukan kompetensi tersendiri.
Usai acara, Mu’ti menjelaskan bahwa kebutuhan tenaga kependidikan di sekolah tidak hanya mencakup pustakawan. Banyak sekolah juga masih membutuhkan operator sekolah, tenaga tata usaha, dan tenaga pendukung lainnya.
Namun, pemerintah belum mengumumkan jumlah formasi maupun mekanisme pengangkatannya. Kementerian masih menyusun skema tersebut dan akan menyampaikannya bersamaan dengan kebijakan pengangkatan tenaga pendidikan lainnya.
“Nanti jumlah pustakawannya berapa dan mekanismenya seperti apa akan kami umumkan dalam satu paket dengan pengangkatan lainnya,” ujarnya.
Selain tenaga kependidikan, pemerintah juga masih menghadapi persoalan kekurangan guru di sejumlah daerah. Mu’ti menilai masalah utama bukan terletak pada jumlah guru secara nasional, melainkan distribusinya yang belum merata.
Menurut dia, beberapa mata pelajaran mengalami kelebihan tenaga pengajar, sementara bidang lain justru masih kekurangan guru.
“Secara nasional jumlah guru sebenarnya cukup. Namun, distribusinya belum merata. Ada mata pelajaran yang gurunya berlebih, tetapi ada juga yang masih kekurangan,” jelasnya.
Pemerintah, lanjut Mu’ti, tengah menyiapkan langkah pengangkatan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Meski demikian, rincian mekanisme dan jumlah formasi masih menunggu pengumuman resmi dari kementerian. (fnr/*)










Komentar