Kiniin.com – Ruben Onsu membenarkan pernyataan Sarwendah yang menyebut dirinya sudah tidak lagi memberikan nafkah untuk anak-anak sejak penghujung tahun 2025. Dengan kondisi tersebut, selama kurang lebih enam bulan terakhir kebutuhan anak-anak di sebut di tanggung langsung oleh Sarwendah.
Menanggapi hal itu, Ruben mengaku heran karena persoalan nafkah anak yang baru berlangsung selama enam bulan menjadi sorotan. Menurutnya, selama bertahun-tahun sebelumnya ia telah bekerja keras dan berupaya memenuhi kebutuhan keluarga.
“Kalau bicara soal nafkah lagi, baru enam bulan mencari nafkah sendiri. Lalu selama ini ketika saya bekerja keras, berkeringat, dan berjuang untuk keluarga, ke mana semuanya?” ujar Ruben saat di hubungi melalui panggilan video pada Minggu (31/5).
Presenter sekaligus pengusaha itu menilai penilaian terhadap dirinya tidak seharusnya hanya berfokus pada enam bulan terakhir. Sebab, menurut Ruben, ia selama ini selalu berusaha memenuhi kebutuhan anak-anaknya.
Bahkan, jika Sarwendah merasa keberatan menanggung kebutuhan anak-anak, Ruben menyatakan siap mengambil alih pengasuhan mereka.
“Hanya di nilai dari enam bulan terakhir saja. Kalau memang saya di anggap tidak sanggup, serahkan saja anak-anak kepada saya, biar saya yang membesarkan,” tegasnya.
Alasan Ruben Onsu Menghentikan Nafkah Anak
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menjelaskan bahwa kliennya memiliki alasan tersendiri hingga akhirnya memutuskan menghentikan pemberian nafkah kepada anak-anaknya. Ia menegaskan bahwa selama ini Ruben tidak hanya memenuhi kebutuhan anak, tetapi juga berbagai kebutuhan rumah tangga mantan istrinya.
Minola mengingatkan kembali bahwa dalam konferensi pers sebelumnya telah di paparkan bukti transfer dengan nominal yang mencapai ratusan juta rupiah setiap bulan.
“Kalau kita mengingat kembali konferensi pers yang pernah saya sampaikan, ada bukti bahwa setiap bulan Ruben memberikan sekitar Rp200 juta bahkan lebih. Itu termasuk berbagai kebutuhan lainnya,” kata Minola.
Menurut Minola, keputusan tersebut di ambil setelah Ruben merasa semakin sulit untuk bertemu dengan anak-anaknya. Kondisi itu kemudian memicu rasa kecewa karena ia merasa kewajibannya tetap di jalankan, sementara haknya sebagai ayah tidak terpenuhi.
“Ruben berpikir, kewajibannya selalu di jalankan, bahkan lebih dari yang seharusnya. Namun haknya untuk bertemu anak-anak justru tidak di dapatkan,” ungkap Minola.
Ia menambahkan bahwa penghentian nafkah tersebut merupakan bentuk protes yang di lakukan Ruben terhadap situasi yang di hadapinya.
“Dia ingin menunjukkan bentuk protesnya. Jika haknya tidak terpenuhi, maka dia juga memilih untuk tidak menjalankan kewajibannya,” lanjutnya.
Minola juga mempertanyakan sikap Sarwendah yang di nilai terlalu menyoroti enam bulan terakhir. Menurutnya, masih banyak kasus perceraian di mana seorang ayah sama sekali tidak memberikan nafkah kepada anak-anaknya.
“Jangan sampai baru enam bulan menanggung kebutuhan anak lalu merasa menjadi pahlawan. Banyak orang yang bercerai dan mantan suaminya bahkan tidak pernah memberikan nafkah sama sekali kepada anak-anak mereka,” pungkas Minola. (if/*)










Komentar