Purbaya Ungkap Alasan Rupiah Berpotensi Menguat pada Semester II 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: liputan6)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: liputan6)

Kiniin.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai fondasi ekonomi Indonesia masih cukup kuat meski perekonomian global belum sepenuhnya stabil. Berdasarkan kondisi tersebut, pemerintah memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak lebih baik pada semester II 2026 seiring meningkatnya kepercayaan investor dan semakin eratnya koordinasi kebijakan ekonomi.

Purbaya menyampaikan cadangan devisa Indonesia hingga Mei 2026 mencapai US$144,9 miliar atau sekitar Rp2.600 triliun dengan asumsi kurs Rp17.940 per dolar Amerika Serikat. Nilai tersebut setara dengan kebutuhan impor selama 5,6 bulan.

Menurutnya, posisi cadangan devisa saat ini jauh lebih tinggi dibanding standar kecukupan internasional yang berada pada kisaran tiga bulan impor. Kondisi tersebut menjadi salah satu penopang stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak pasar global.

Selain itu, sektor manufaktur mulai menunjukkan perbaikan pada Mei 2026 setelah mengalami perlambatan pada bulan sebelumnya. Purbaya melihat perkembangan tersebut sebagai sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa bulan ke depan.

“Memasuki triwulan kedua, dinamika ekonomi domestik terus menunjukkan tren yang membaik. Konsumen masih optimistis untuk terus melakukan konsumsi,” ujar Purbaya saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Rabu (10/6/2026).

Ia menjelaskan optimisme masyarakat tercermin dari meningkatnya aktivitas belanja, naiknya indeks keyakinan konsumen, serta pertumbuhan penjualan mobil dan sepeda motor. Kenaikan konsumsi listrik dan permintaan semen juga menunjukkan aktivitas ekonomi yang tetap berjalan.

Baca Juga :  Survei DEN di 800 Titik: Program Makan Bergizi Gratis Dorong Pertumbuhan UMKM Lokal

Meski begitu, pemerintah masih mencermati sejumlah faktor yang memberi tekanan terhadap rupiah. Sentimen global, perubahan preferensi investor terhadap aset berisiko, serta kondisi transaksi berjalan dan transaksi finansial domestik masih memengaruhi pergerakan mata uang nasional.

Purbaya menegaskan pemerintah terus memperkuat koordinasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan. Pemerintah juga memperbaiki tata kelola devisa hasil ekspor (DHE) serta memperdalam pasar keuangan domestik guna menambah pasokan valuta asing di dalam negeri.

“Rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada semester II tahun 2026,” kata Purbaya.

Di sisi lain, aliran modal asing mulai menunjukkan perbaikan sepanjang kuartal II 2026. Investor kembali menempatkan dana pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Walaupun pasar saham masih mencatat arus keluar dana asing, minat investor terhadap instrumen keuangan domestik tetap terjaga.

Pemerintah dan BI Perkuat Langkah Tarik Modal Asing

Pemerintah bersama Bank Indonesia terus menyiapkan berbagai langkah untuk meningkatkan daya tarik instrumen keuangan dalam negeri. Langkah tersebut bertujuan mendorong masuknya kembali investasi asing sekaligus menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.

Selain itu, pemerintah dan BI juga menjaga likuiditas di pasar uang serta sektor perbankan agar aktivitas ekonomi tetap berjalan dengan baik.

Baca Juga :  SoftBank Salip Toyota Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Jepang Berkat AI

Purbaya mengatakan koordinasi yang semakin kuat antara pemerintah dan bank sentral akan membuat kebijakan ekonomi berjalan lebih efektif. Keselarasan kebijakan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi dunia usaha maupun masyarakat.

“Dalam perjalanannya tentu kita akan meningkatkan juga koordinasi dengan Bank Sentral. Kita akan mendukung Bank Sentral memperkuat koordinasi supaya kebijakan semakin sinkron, supaya dampak kebijakan antara pemerintah dan fiskal lebih signifikan ke perekonomian,” ujarnya di Kompleks DPR, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Purbaya, stabilitas rupiah memiliki peran penting bagi dunia usaha, terutama perusahaan yang masih mengandalkan bahan baku impor. Nilai tukar yang lebih stabil dapat membantu pelaku usaha mengendalikan biaya produksi.

Ketika biaya produksi lebih terkendali, tekanan kenaikan harga barang juga dapat berkurang. Kondisi tersebut memberi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh barang dan jasa dengan harga yang lebih terjangkau.

Ia menambahkan, keselarasan kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia tidak hanya memperkuat indikator ekonomi makro, tetapi juga memberi dampak langsung bagi pelaku usaha dan rumah tangga.

“Kebijakan yang semakin selaras antara pemerintah dan Bank Indonesia juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pelaku usaha maupun rumah tangga,” ujar Purbaya. (fnr/*)

Berita Terkait

Kejagung Tak Sita Ribuan Motor Listrik Program MBG
Pemerintah Kaji Ulang Anggaran MBG 2026, Kebutuhan Dana Diperkirakan Berkurang
Kemensos Rekrut 8.180 PPPK Sekolah Rakyat 2026, Simak Syarat, Formasi, dan Jadwal Pendaftarannya
Harga Pertamax Rp16.250 per Liter, DPR Prediksi Pengguna Beralih ke Pertalite
Survei DEN di 800 Titik: Program Makan Bergizi Gratis Dorong Pertumbuhan UMKM Lokal
Pengelolaan ASN Harus Menyesuaikan Kemampuan Keuangan Daerah
Produk Indonesia Berpotensi Kena Tarif 18% di AS, Ini Penjelasan Pemerintah
Prabowo: Pendidikan Jadi Kunci Kesejahteraan, Pembangunan Sekolah Rakyat Harus Dipercepat
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:02 WIB

Kejagung Tak Sita Ribuan Motor Listrik Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:09 WIB

Pemerintah Kaji Ulang Anggaran MBG 2026, Kebutuhan Dana Diperkirakan Berkurang

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:01 WIB

Purbaya Ungkap Alasan Rupiah Berpotensi Menguat pada Semester II 2026

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:07 WIB

Kemensos Rekrut 8.180 PPPK Sekolah Rakyat 2026, Simak Syarat, Formasi, dan Jadwal Pendaftarannya

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:02 WIB

Harga Pertamax Rp16.250 per Liter, DPR Prediksi Pengguna Beralih ke Pertalite

Berita Terbaru

Ilustrasi baterai smartphone cepat habis (Foto: iStockphoto/Prykhodov)

Gadget

Baterai Smartphone Cepat Habis? Coba 7 Cara Ini

Sabtu, 13 Jun 2026 - 11:07 WIB

Motor listrik buat program MBG. (Foto: Rifkianto Nugroho/detik)

Nasional

Kejagung Tak Sita Ribuan Motor Listrik Program MBG

Sabtu, 13 Jun 2026 - 07:02 WIB