Dedi Mulyadi: Warga Desa Menjalankan Pancasila Lewat Kehidupan Sehari-hari

Gubernur Jawa Barat menilai warga desa menjadi contoh nyata pengamalan Pancasila melalui gotong royong, musyawarah, dan kehidupan sosial yang menjunjung keadilan.

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dedi Mulyadi: Warga Desa Menjalankan Pancasila Lewat Kehidupan Sehari-hari (Foto: Edi Yusuf/republika)

Dedi Mulyadi: Warga Desa Menjalankan Pancasila Lewat Kehidupan Sehari-hari (Foto: Edi Yusuf/republika)

Kiniin.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai masyarakat desa dan kampung-kampung terpencil bisa menjadi contoh dalam menjalankan nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, apa yang selama ini di praktikkan warga desa dalam kehidupan sehari-hari mencerminkan semangat yang terkandung dalam ideologi bangsa, meski mereka sering di anggap tertinggal atau jauh dari perkembangan kota.

Saat memperingati Hari Lahir Pancasila di Bandung, Senin (1/6), Dedi yang akrab di sapa KDM mengatakan bahwa Pancasila tidak cukup di pahami sebatas hafalan. Yang terpenting adalah bagaimana nilai-nilainya di wujudkan dalam sikap dan tindakan.

“Padahal, dalam diri mereka, justru Pancasila hidup dalam napas, dalam jiwa, dan dalam perbuatan. Kita jangan pernah menggurui mereka yang tidak hafal teks Pancasila, tetapi melaksanakannya dalam kehidupan nyata,” kata Dedi.

Kehidupan Desa Dinilai Mencerminkan Semangat Pancasila

Dedi menyebut kehidupan berbangsa yang di cita-citakan melalui Pancasila adalah kehidupan yang menjunjung nilai ketuhanan, kemanusiaan, serta saling menghargai antarsesama. Menurutnya, nilai-nilai tersebut masih mudah di temukan di lingkungan pedesaan.

Baca Juga :  The Trump Administration's Legacy in World Politics: An Assessment

Ia mencontohkan budaya gotong royong yang hingga kini tetap terjaga. Warga terbiasa saling membantu ketika ada kebutuhan bersama, mulai dari urusan keluarga hingga kepentingan masyarakat di lingkungannya.

Selain itu, kebiasaan bermusyawarah untuk mencari jalan keluar atas berbagai persoalan juga masih kuat di desa. Bagi Dedi, cara seperti itu menunjukkan bahwa prinsip mufakat tidak hanya menjadi konsep, tetapi benar-benar di jalankan dalam kehidupan masyarakat.

Ia juga menilai rasa keadilan, baik dalam hubungan sosial maupun pembagian manfaat di tengah masyarakat, lebih terasa dalam kehidupan desa.

“Itulah mimpi dalam kehidupan bernegara dan berpancasila. Seluruh mimpi itu terasa hidup justru di desa, di kampung yang di anggap terpencil, terbelakang, dan kadang di rendahkan sebagai masyarakat yang jauh dari peradaban,” ujarnya.

Baca Juga :  Sustainable Tourism in Bali: Balancing Preservation and Growth

Hari Lahir Pancasila Jadi Pengingat

Dalam kesempatan yang sama, Dedi mengajak masyarakat untuk melihat kembali sejauh mana nilai-nilai Pancasila telah di terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai masih banyak orang yang rutin mengikuti upacara atau menghadiri peringatan resmi, tetapi belum sepenuhnya menjalankan semangat Pancasila dalam tindakan nyata.

Menurutnya, peringatan Hari Lahir Pancasila seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menjadi pengingat bahwa nilai-nilai tersebut harus hadir dalam kehidupan bermasyarakat.

“Semoga di Hari Lahir Pancasila menyadarkan kita semua bahwa Pancasila bukan hiasan ruang kerja, Pancasila bukan ucapan di upacara, tapi Pancasila ialah kehidupan yang tumbuh dalam diri dan masyarakat. Semoga kita hidup rukun, berideologi, berfalsafah, berbangsa, dan bernegara Pancasila,” tegas KDM. (if/*)

Berita Terkait

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Alfin Ingatkan Dampak Sampah terhadap Perubahan Iklim
Gubernur Jambi Minta Pembangunan Sekolah Rakyat di Tanjabtim Dipercepat
64 Lulusan Pesantren BIMA Cirebon Raih Beasiswa ke Luar Negeri
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
Exploring Bandung’s Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:00 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Alfin Ingatkan Dampak Sampah terhadap Perubahan Iklim

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:00 WIB

Gubernur Jambi Minta Pembangunan Sekolah Rakyat di Tanjabtim Dipercepat

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:00 WIB

64 Lulusan Pesantren BIMA Cirebon Raih Beasiswa ke Luar Negeri

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:01 WIB

Dedi Mulyadi: Warga Desa Menjalankan Pancasila Lewat Kehidupan Sehari-hari

Kamis, 30 Maret 2023 - 20:15 WIB

Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Berita Terbaru