5 Penyebab Bunga Tanaman Rontok dan Cara Mengatasinya Tepat

Kenali penyebab bunga tanaman rontok agar produktivitas dan hasil panen tetap optimal.

- Jurnalis

Rabu, 5 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

bunga rontok pada tanaman cabai (Foto: Feby/kiniin.com)

bunga rontok pada tanaman cabai (Foto: Feby/kiniin.com)

Kiniin.com – Penyebab bunga tanaman rontok dan cara mengatasinya perlu di pahami setiap petani agar hasil panen tetap maksimal. Kerontokan bunga tidak hanya di picu oleh kekurangan unsur hara, tetapi juga dapat di sebabkan gangguan penyerbukan, ketidakseimbangan air, cuaca ekstrem, hingga kesalahan pemupukan. Kondisi ini kerap terjadi pada cabai, tomat, semangka, melon, mentimun, serta berbagai tanaman hortikultura lainnya.

Dengan mengetahui penyebabnya sejak dini, petani dapat menerapkan langkah penanganan yang tepat sehingga peluang terbentuknya buah berkualitas menjadi lebih besar.

1. Gangguan Penyerbukan

Keberhasilan penyerbukan menjadi syarat utama terbentuknya buah. Penyerbukan terjadi ketika serbuk sari menempel pada kepala putik hingga berlangsung proses pembuahan. Proses alami ini dapat di bantu angin, serangga seperti lebah, kupu-kupu, dan semut, maupun di lakukan secara manual oleh manusia.

Sebaliknya, bunga yang gagal mengalami penyerbukan akan menjadi mandul dan akhirnya gugur. Kondisi tersebut dapat di picu oleh beberapa faktor, antara lain penggunaan insektisida secara berlebihan yang mengurangi populasi serangga penyerbuk, penyemprotan pestisida yang mengenai bunga saat penyerbukan berlangsung, tiupan angin yang terlalu kencang, hingga hujan deras yang meluruhkan serbuk sari.

Karena itu, penggunaan pestisida perlu di lakukan secara bijak. Pilih pestisida yang berspektrum sempit agar tidak membunuh serangga penyerbuk. Selain itu, atur nozel semprot agar menghasilkan kabut halus sehingga tidak merusak bunga.

Di sisi lain, pekebun juga dapat menanam bunga pemikat seperti kenikir, calendula, marigold, bunga matahari, atau tanaman berbunga kuning dan putih. Tanaman tersebut mampu menarik serangga penyerbuk sekaligus mendatangkan musuh alami yang membantu menekan populasi hama.

Apabila lahan berada di area terbuka dengan angin kencang, pemasangan pelindung berupa plastik, mulsa, atau anyaman daun kelapa dapat mengurangi terpaan angin tanpa menghambat sirkulasi udara.

2. Kelebihan Unsur Nitrogen

Pemberian nitrogen dalam jumlah berlebihan saat tanaman memasuki fase berbunga juga dapat memicu kerontokan bunga. Nitrogen, terutama dalam bentuk nitrat, mendorong tanaman kembali aktif membentuk daun dan tunas baru sehingga pertumbuhan vegetatif lebih dominan di banding pembentukan bunga.

Baca Juga :  Tanaman Cabai Layu Setelah Pindah Tanam? Ini Cara Mengatasi Stres agar Cepat Pulih

Akibatnya, bunga yang telah muncul menjadi lebih mudah gugur. Oleh sebab itu, saat tanaman mulai berbunga sebaiknya penggunaan pupuk dengan kandungan nitrogen di kurangi, sementara unsur fosfor di tingkatkan.

Namun demikian, fosfor yang di berikan melalui akar membutuhkan waktu lebih lama untuk diserap tanaman karena bersifat tidak mudah berpindah (immobile). Dalam kondisi seperti ini, aplikasi pupuk daun yang mengandung fosfat dalam bentuk tersedia, dapat membantu memenuhi kebutuhan fosfor secara lebih cepat.

3. Kekurangan atau Kelebihan Air

Ketersediaan air sangat menentukan keberhasilan pembentukan bunga dan bakal buah. Selama fase berbunga, aktivitas metabolisme tanaman meningkat sehingga kebutuhan air ikut bertambah.

Ketika pasokan air kurang, tanaman akan mengurangi beban metabolisme agar tetap bertahan hidup. Salah satu caranya ialah menggugurkan sebagian bunga dan daun melalui proses alami yang di kenal sebagai absisi.

Sebaliknya, penyiraman yang berlebihan juga tidak menguntungkan. Kondisi tanah yang terlalu basah membuat sel tanaman menjadi lebih rentan, termasuk pada tangkai bunga. Selain itu, genangan air mengurangi kadar oksigen di dalam tanah yang di butuhkan untuk mendukung pembentukan bunga.

Karena itu, kelembapan tanah perlu di jaga tetap stabil. Tanah sebaiknya berada dalam kondisi lembap tanpa tergenang. Jika tanah terlalu kering, frekuensi penyiraman perlu di tingkatkan. Sementara itu, apabila air sering menggenang, sistem drainase harus segera di perbaiki.

4. Energi Tanaman Tidak Mencukupi

Selain unsur hara dan air, tanaman juga membutuhkan energi yang cukup untuk menjalankan seluruh proses metabolisme. Energi tersebut di gunakan untuk membentuk akar, batang, daun, bunga, buah, biji, hingga menghasilkan senyawa pertahanan terhadap hama dan penyakit.

Memasuki fase generatif, kebutuhan energi meningkat tajam. Apabila cadangan energi mencukupi, pembentukan bunga dan buah berlangsung lebih optimal. Sebaliknya, saat energi terbatas, tanaman akan mengurangi beban metabolisme dengan menggugurkan bunga.

Beberapa kondisi dapat menyebabkan energi tanaman terkuras.

Cuaca dan suhu yang tidak stabil

Perubahan cuaca yang ekstrem memaksa tanaman terus beradaptasi. Semakin sering proses penyesuaian berlangsung, semakin besar energi yang di gunakan sehingga pembentukan bunga menjadi kurang optimal.

Baca Juga :  Rahasia Awet Muda untuk Pria, Mulai dari Perawatan Diri hingga Gaya Hidup Sehat

Serangan hama dan penyakit

Tanaman yang terserang hama maupun penyakit akan memprioritaskan pembentukan senyawa pertahanan alami. Akibatnya, sebagian energi di alihkan untuk mempertahankan hidup sehingga bunga lebih mudah rontok.

Kurangnya sinar matahari

Sinar matahari merupakan sumber energi utama bagi tanaman melalui proses fotosintesis. Oleh karena itu, cuaca mendung yang berlangsung terus-menerus saat tanaman berbunga dapat menghambat pembentukan energi. Dampaknya, perkembangan bunga tidak berjalan sempurna dan risiko kerontokan meningkat.

Dalam jaringan tanaman terdapat senyawa adenosine triphosphate (ATP) yang berfungsi sebagai penyimpan sekaligus pengatur energi. Fosfor merupakan unsur utama pembentuk ATP. Semakin tinggi cadangan ATP, semakin besar kemampuan tanaman mempertahankan proses pembentukan bunga dan buah ketika menghadapi kondisi yang kurang ideal.

Atas dasar itu, pemenuhan unsur fosfor menjelang fase berbunga sangat di anjurkan. Penggunaan fosfat dalam bentuk tersedia dapat membantu memenuhi kebutuhan energi metabolisme tanaman pada fase kritis tersebut.

5. Kekurangan Unsur Kalsium

Defisiensi kalsium (Ca) juga menjadi salah satu penyebab bunga dan buah muda mudah gugur. Unsur ini berperan penting dalam pembentukan dinding sel, termasuk pada tangkai bunga dan bakal buah.

Apabila tanaman kekurangan kalsium, dinding sel dan lignin menjadi lebih tipis sehingga jaringan tanaman kehilangan kekuatannya. Kondisi tersebut paling sering terlihat pada pangkal bunga atau buah yang akhirnya mudah lepas.

Oleh karena itu, kebutuhan kalsium sebaiknya di penuhi sejak tanaman mulai memasuki fase pembentukan bunga. Penggunaan kalsium yang di perkaya humat serta mineral kationik dapat membantu memperkuat tangkai bunga dan buah sehingga risiko kerontokan dapat di tekan.

Kenali Penyebab Sebelum Menentukan Solusi

Kerontokan bunga tidak di sebabkan oleh satu faktor saja. Gangguan penyerbukan, kelebihan nitrogen, ketidakseimbangan air, keterbatasan energi metabolisme, hingga kekurangan kalsium dapat terjadi secara bersamaan di lapangan.

Karena itu, pekebun perlu mengidentifikasi penyebab utama sebelum melakukan tindakan. Pendekatan yang tepat tidak hanya mengurangi bunga rontok, tetapi juga meningkatkan peluang terbentuknya buah berkualitas dan mendukung produktivitas tanaman secara optimal.

Penulis : fnr

Editor : iim

Berita Terkait

Baru Mulai Hidroponik? Kenali 9 Istilah Penting agar Tidak Salah Praktik
Cara Menggunakan Pupuk Kandang agar Cabai Tidak Layu dan Bebas Penyakit
Harga Cabai Merah Kayu Aro Kerinci Naik Dibanding Pekan Lalu
Tanaman Cabai Layu Setelah Pindah Tanam? Ini Cara Mengatasi Stres agar Cepat Pulih
Bentuk Formulasi Pestisida yang Wajib Diketahui Petani
Jangan Salah Pupuk! Kenali Perbedaan Pupuk Makro dan Mikro agar Hasil Panen Maksimal
Muncul Embun Es di Dieng, BRIN Ungkap Penyebab dan Dampaknya bagi Pertanian
BRMP Jambi Kawal Kesiapan Program Cetak Sawah Rakyat Seluas 22 Hektare di Sarolangun
Berita ini 50 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:02

5 Penyebab Bunga Tanaman Rontok dan Cara Mengatasinya Tepat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:02

Baru Mulai Hidroponik? Kenali 9 Istilah Penting agar Tidak Salah Praktik

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:04

Cara Menggunakan Pupuk Kandang agar Cabai Tidak Layu dan Bebas Penyakit

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:32

Harga Cabai Merah Kayu Aro Kerinci Naik Dibanding Pekan Lalu

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:02

Tanaman Cabai Layu Setelah Pindah Tanam? Ini Cara Mengatasi Stres agar Cepat Pulih

Berita Terbaru