Harga Cabai Merah Kayu Aro Kerinci Naik Dibanding Pekan Lalu

Harga cabai merah di tingkat petani di Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, mengalami kenaikan pada Selasa, 28 Juli 2026. Petani menjual hasil panen dengan kisaran Rp32.000 hingga Rp37.000 per kilogram.

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kiniin.com – Harga cabai merah di sentra pertanian Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, kembali mengalami kenaikan pada Selasa, 28 Juli 2026. Di tingkat petani, harga jual kini berada di kisaran Rp32.000 hingga Rp37.000 per kilogram, meningkat di bandingkan pekan sebelumnya yang hanya sekitar Rp27.000 per kilogram.

Kenaikan tersebut menjadi kabar baik bagi para petani yang dalam beberapa pekan terakhir menghadapi harga jual relatif rendah. Meski belum menyentuh level tertinggi sepanjang tahun ini, perbaikan harga di nilai mulai memberikan ruang keuntungan yang lebih layak di tengah tingginya biaya produksi.

Meningkatnya harga cabai merah di perkirakan terjadi karena pasokan dari sejumlah daerah penghasil mulai berkurang. Di sisi lain, permintaan pasar masih cenderung stabil sehingga mendorong harga di tingkat petani bergerak naik secara bertahap.

Baca Juga :  Mentan: Pupuk Bersubsidi Terjaga Jadi Kunci Produksi Beras Indonesia Terus Meningkat

Bagi petani, harga yang kini menembus kisaran Rp30 ribu per kilogram menjadi titik yang lebih menguntungkan di bandingkan beberapa pekan sebelumnya. Kondisi tersebut membuat hasil panen di nilai mampu memberikan tambahan pendapatan sekaligus membantu menutup biaya budidaya yang terus meningkat.

Kayu Aro dan Kayu Aro Barat selama ini di kenal sebagai salah satu kawasan penghasil cabai merah terbesar di Provinsi Jambi. Produksi dari wilayah tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga di pasarkan ke berbagai daerah di Pulau Sumatera sehingga memiliki peran penting dalam menjaga pasokan komoditas hortikultura.

Baca Juga :  Muncul Embun Es di Dieng, BRIN Ungkap Penyebab dan Dampaknya bagi Pertanian

Meski tren harga sedang membaik, petani tetap memilih bersikap waspada. Fluktuasi harga masih berpotensi terjadi karena di pengaruhi berbagai faktor, mulai dari perubahan pasokan, kondisi cuaca, hingga kelancaran distribusi ke pasar.

Apabila kenaikan harga mampu bertahan dalam beberapa pekan ke depan, petani berharap pendapatan mereka dapat terus membaik. Harga yang stabil pada level menguntungkan di nilai penting untuk menutup biaya produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani cabai di Kabupaten Kerinci.

Penulis : fnr

Editor : iim

Berita Terkait

5 Penyebab Bunga Tanaman Rontok dan Cara Mengatasinya Tepat
Baru Mulai Hidroponik? Kenali 9 Istilah Penting agar Tidak Salah Praktik
Cara Menggunakan Pupuk Kandang agar Cabai Tidak Layu dan Bebas Penyakit
Tanaman Cabai Layu Setelah Pindah Tanam? Ini Cara Mengatasi Stres agar Cepat Pulih
Bentuk Formulasi Pestisida yang Wajib Diketahui Petani
Harga Pertalite Tetap Stabil Meski Minyak Dunia Tembus US$100
Jangan Salah Pupuk! Kenali Perbedaan Pupuk Makro dan Mikro agar Hasil Panen Maksimal
Potensi Ekonomi Digital Indonesia Didukung AI Capai Rp66 Triliun
Berita ini 46 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:02

5 Penyebab Bunga Tanaman Rontok dan Cara Mengatasinya Tepat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:02

Baru Mulai Hidroponik? Kenali 9 Istilah Penting agar Tidak Salah Praktik

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:04

Cara Menggunakan Pupuk Kandang agar Cabai Tidak Layu dan Bebas Penyakit

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:32

Harga Cabai Merah Kayu Aro Kerinci Naik Dibanding Pekan Lalu

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:02

Tanaman Cabai Layu Setelah Pindah Tanam? Ini Cara Mengatasi Stres agar Cepat Pulih

Berita Terbaru