Erick Thohir Dukung Regenerasi Pemain Muda Timnas Indonesia

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir (foto: Bagaskara Lazuardi/Bola)

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir (foto: Bagaskara Lazuardi/Bola)

Kiniin.com – Ketua Umum PSSI Erick Thohir mendukung langkah regenerasi pemain di Timnas Indonesia menjelang agenda FIFA Matchday Juni 2026. Menurutnya, keberanian memberikan kesempatan kepada pemain muda menjadi bagian penting dalam membangun kekuatan tim nasional untuk jangka panjang.

Timnas Indonesia di jadwalkan menghadapi Oman pada 5 Juni 2026 dan Mozambik pada 9 Juni 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Erick menilai keputusan pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, yang mulai memberi ruang kepada pemain muda, termasuk bek berusia 17 tahun Mathew Baker, merupakan langkah positif dalam proses pembentukan skuad yang lebih kompetitif di masa depan.

Meski optimistis menghadapi dua pertandingan internasional tersebut, Erick mengingatkan seluruh elemen tim untuk tetap fokus dan tidak meremehkan kekuatan lawan.

“Saya melihat Coach John sangat serius mempersiapkan tim ini. Saya sangat mengapresiasi keputusan beliau memberikan kesempatan kepada pemain muda seperti Mathew Baker untuk mulai beradaptasi di level senior,” ujar Erick Thohir di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Ia menambahkan bahwa proses regenerasi bukan hal baru dalam perjalanan Timnas Indonesia. Sebelumnya, sejumlah pemain muda juga mampu menunjukkan perkembangan yang menjanjikan setelah mendapat kepercayaan tampil bersama tim utama.

Baca Juga :  Alex Marquez Kembali Balapan di MotoGP Ceko 2026 Setelah Pulih dari Cedera Serius

“Kita sebelumnya melihat kejutan dari Dony Tri Pamungkas. Proses seperti ini memang harus di jalani apabila kita ingin memiliki kedalaman skuad yang kuat dan matang,” katanya.

Belajar dari Keberhasilan Kanada

Erick mencontohkan perjalanan Timnas Kanada yang d inilainya berhasil membangun tim kompetitif melalui keberanian memberi kesempatan kepada pemain muda sejak usia dini.

Menurutnya, pengalaman yang di jalani Alphonso Davies bersama Kanada dapat menjadi referensi bagi Indonesia dalam menyiapkan generasi baru pemain nasional.

“Kita bisa belajar dari rekam jejak Kanada. Saat itu Alphonso Davies dan pemain muda lainnya di berikan kesempatan lebih awal. Dengan jam terbang yang tinggi, mereka akhirnya mampu bersaing di level dunia,” ujar Erick.

Davies menjalani debut bersama tim nasional senior Kanada pada 13 Juni 2017 saat menghadapi Curacao dalam laga persahabatan. Ketika itu ia masih berusia 16 tahun dan menjadi pemain termuda yang pernah tampil untuk tim nasional Kanada.

Baca Juga :  Kejagung Jadwalkan Pemeriksaan Sony Sonjaya Terkait Pengajuan Justice Collaborator Kasus MBG

Tak lama berselang, Davies masuk dalam daftar 23 pemain Kanada untuk ajang Piala Emas CONCACAF 2017. Pada pertandingan pembuka turnamen tersebut, 7 Juli 2017, ia mencetak dua gol saat Kanada mengalahkan Guyana Prancis dengan skor 4-2.

Dua gol itu membuat Davies tercatat sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Emas CONCACAF sekaligus tim nasional Kanada.

Erick menilai pola pembinaan seperti itu sedang coba di terapkan di Indonesia melalui proses transisi pemain muda menuju tim senior secara bertahap.

Keseimbangan dengan Pemain Senior Tetap Dibutuhkan

Meski mendukung regenerasi, Erick menegaskan bahwa peran pemain senior tetap menjadi bagian penting dalam skuad Garuda.

Menurutnya, keseimbangan antara pemain muda dan senior menjadi kunci untuk menjaga stabilitas tim, baik di dalam maupun luar lapangan.

“Tentu kita harus menjaga keseimbangan. Pemain senior tetap memiliki peran yang sangat penting untuk membimbing pemain muda dan memberikan kontribusi terbaik mereka di lapangan,” pungkas Erick. (if/*)

Berita Terkait

Transfermarkt Rilis 12 Pemain dengan Kenaikan Nilai Pasar Terbesar Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2030 Digelar di Tiga Benua Sekaligus
Fakta Unik Kemenangan Spanyol di Final Piala Dunia 2026
Marc Marquez Juara MotoGP Jerman 2026, Cetak Rekor 10 Kemenangan di Sachsenring
Drama Extra Time! Argentina Tumbangkan Swiss 3-1
Marc Marquez Tak Terbendung! Hasil Sprint Race MotoGP Jerman 2026, Marquez Bersaudara Kuasai Podium
Marc Marquez Pole di MotoGP Jerman 2026, Peluang Samai Rekor Giacomo Agostini Terbuka
5 Fakta Menarik Usai Prancis Kalahkan Maroko 2-0, Mbappe Dekati Rekor Lionel Messi
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:02

Transfermarkt Rilis 12 Pemain dengan Kenaikan Nilai Pasar Terbesar Piala Dunia 2026

Senin, 20 Juli 2026 - 22:02

Piala Dunia 2030 Digelar di Tiga Benua Sekaligus

Senin, 20 Juli 2026 - 11:02

Fakta Unik Kemenangan Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Minggu, 12 Juli 2026 - 21:02

Marc Marquez Juara MotoGP Jerman 2026, Cetak Rekor 10 Kemenangan di Sachsenring

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:02

Drama Extra Time! Argentina Tumbangkan Swiss 3-1

Berita Terbaru